Begini Kiat Ojol di Probolinggo untuk Cegah Penyebaran Korona

MAYANGAN, Radar Bromo – Pasca masuk zona merah, sejumlah ojek online (ojol) di Kota Probolinggo juga mengubah pola kerjanya. Ada yang hanya menerima orderan makanan, ada juga yang menyediakan hand sanitizer.

Seperti dilakukan Hamid, 30, driver ojol asal Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Pria satu anak ini mengatakan, adanya pandemi Covid-19 dan ditetapkannya Kota Probolinggo sebagai zona merah, pihaknya hanya menerima pesanan makanan saja (Go-Food).

Menurutnya, tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19. “Saya khawatir keluarga yang di rumah tertular, sehingga sementara waktu saya hanya menerima pesanan makanan,” ujarnya.

Selain itu, Hamid tidak henti-hentinya rajin mencuci tangan. Mengingat, di sejumlah tempat resto dan lainnya banyak yang menyediakan tempat cuci tangan. “Saya menjadi ojol sudah dua tahunan, jika tidak narik, keluarga di rumah mau makan apa? Meski pendapatan turun karena korona, namun saya tetap beriktiar untuk tetap bekerja demi menafkahi keluarga,” ujarnya.

Hal lain dilakukan Satugi WD, 47. Ojol asal Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ini memilih tetap menarik semua pelanggan. Namun, mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19, ia menyiapkan hand sanitizer.

“Selain membuat sendiri, beberapa hand sanitizer saya dikasih pada saat ada pembagian di jalan. Jadi, saya gunakan yang ini dulu (pemberian sekelompok warga),” ujarnya.

Dengan demikian, bagi penumpang yang hendak menumpang kendaraanya, diminta menggunakan hand sanitizer dulu. “Selain itu, ketika saya sampai rumah, tidak langsung masuk. Menaruh barang dan pakaian dibak dan mandi dulu,” ujar Satugi.

Dengan menurunnya pemesan, apalagi adanya pembatasan penjualan pada toko, kafe, supermarket, dan lainnya, Satugi mengatakan, pendapatanya juga menurun. Sehingga, pria tiga anak ini harus mulai menarik penumpang mulai pukul 07.00 hingga pukul 24.00. “Jadi, untuk bisa tutup poin, kami tetap on-kan aplikasi hingga pukul 12.00 malam. Itu pun jarang bisa tutup poin,” ujarnya. (rpd/rud)