Universitas Panca Marga Tingkatkan Kapasitas Keprotokolan

TAMBAH ILMU: Peserta pelatihan berfoto bersama Wakil Rektor II UPM Probolinggo Dr. Hj. Siti Marwiyah, M.Si. (duduk tengah) dan Hermanto (duduk kiri) usai pelatihan. (Foto: Istimewa)

Related Post

UNIVERSITAS Panca Marga (UPM) Probolinggo berusaha meningkatkan kapasitas kemampuan keprotokoleran sumber daya manusia (SDM)-nya. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Keprotokolan di Aula UPM, Jumat (13/4).

Kegiatan yang digelar dengan menggandeng Podium Institute ini diikuti perwakilan dari tujuh fakultas yang terdiri atas dosen dan staf administrasi. “Kegiatan ini untuk mempersiapkan tim jika ada acara penting, sehingga kami bisa mandiri seperti protokoler. Dari masing-masing fakultas diambil dua peserta dari tujuh fakultas. Ada dosen dan staf administrasi,” ujar Rektor UPM Probolinggo Prof. Dr. Ir. H.R. Abdul Haris, M.M.

PEMBUKAAN: Rektor UPM Probolinggo Prof. Dr. Ir. H.R. Abdul Haris, M.M. (pegang mik) membuka acara Pelatihan Keprotokolan di Aula UPM Probolinggo, Jumat (13/4). (Foto: Istimewa)

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, sering terjadi kekeliruan dalam penyebutan nama gelar pejabat. Meski terlihat sederhana, namun hal ini juga berkaitan dengan etika dalam membacakan protokol acara.

“Sering terjadi kekeliruan, misalnya dalam menyebut nama gelar pejabat. Misalnya dokter X, seharusnya doktor X. Itu, termasuk etika dalam membacakan protokol. Sehingga, tidak ada kesan di UPM adalah tempat pendidikan, menyebutkan gelar saja salah,” ujarnya.

Wakil Rektor II UPM Probolinggo Dr. Hj. Siti Marwiyah, M.Si. menambahkan, saat ini pelatihan keprotokolan hanya diikuti perwakilan dari fakultas. “Nanti setiap fakultas harus ada tim keprotokoleran, serta harus mendidik mahasiswanya juga,” ujarnya.

Sementara itu, Hermanto dari Podium Institute menjelaskan, protokoler tidak hanya berkaitan dengan acara-acara resmi. Melainkan, etalase terdepan dari suatu organisasi. “Istilah protokol berasal dari protos dan kolloz, artinya halaman depan pada manuskrip. Protokoler ini adalah etalase terdepan dari suatu organisasi yang menjaga kewibawaan institusi,” ujarnya. (put/adv)