alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pria Bisu Ini Curi Kotak Amal Musala, Tapi Tidak Diproses Hukum

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

WONOASIH, Radar Bromo – Aksi percobaan pencurian kotak amal terjadi di musala Al Firdaus, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Aksi pencurian yang terjadi Jumat (15/1) pagi tersebut, diketahui warga setempat. Pelaku berhasil diamankan ke Polsek Sumberasih untuk dilakukan pemeriksaan.

Sutrisno, 33, warga yang tinggal di sekitar musala Al Firduas menyebutkan, pelaku saat itu hendak mengambil kotak amal yang ada di dalam musala. Namun warga yang melihatnya, lansung menegur dan menangkapnya.

“Pelaku ini sudah membawa kotak amalnya, tapi keburu ketahuan. Akhirnya langsung diamankan. Sepertinya pelaku ini bisu,” kata pria tiga anak itu.

Selanjutnya, pelaku yang tak diketahui identitasnya itu langsung dibawa petugas Polsek Sumberasih. “Itu orangnya bisu, jadi tidak diketahui warga mana,” katanya.

Saat Jawa Pos Radar Bromo mendatangi Polsek Wonoasih, pria bisu itu berada di dalam sel tahanan. Menurut petugas jaga, pria tersebut alami gangguan. Pasalnya tak jarang pria bisu itu tertangkap warga dengan kasus yang sama, yakni mencuri kotak amal.

“Ini sering, Mas, di Mayangan, Dringu dan juga di Kuripan pernah ditangkap. Ya gitu nyurinya kotak amal. Bahkan sempat dimassa juga. Sepertinya alami gangguan jiwa. Pihak keluarga sendiri juga sudah melepasnya,” kata petugas itu tanpa menyebutkan identitas lengkap pria bisu itu.

Sementara Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini saat ditemui Radar Bromo enggan berkomentar banyak. Bahkan seolah menghindari pewarta. “Yang bisu dan sering ditangkap itu mas,” singkatnya lewat WA.

Menurut data media ini, pelaku diketahui bernama Solihin, warga Desa Menyono, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Pelaku pernah melakukan aksi pencurian kotak amal di wilayah hukum Polsek Mayangan. Sehingga pria berambut plontos dan memiliki kukurangan itu, sempat bonyok dimassa pada 3 Oktober 2017 lalu.

Hingga menjelang malam, akhirnya Solihin diserahkan Kades Patalan Wonomerto. Di desa inilah Solihin diketahui memiliki keluarga. Proses hukumnya tidak dilanjut. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOASIH, Radar Bromo – Aksi percobaan pencurian kotak amal terjadi di musala Al Firdaus, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Aksi pencurian yang terjadi Jumat (15/1) pagi tersebut, diketahui warga setempat. Pelaku berhasil diamankan ke Polsek Sumberasih untuk dilakukan pemeriksaan.

Sutrisno, 33, warga yang tinggal di sekitar musala Al Firduas menyebutkan, pelaku saat itu hendak mengambil kotak amal yang ada di dalam musala. Namun warga yang melihatnya, lansung menegur dan menangkapnya.

“Pelaku ini sudah membawa kotak amalnya, tapi keburu ketahuan. Akhirnya langsung diamankan. Sepertinya pelaku ini bisu,” kata pria tiga anak itu.

Mobile_AP_Half Page

Selanjutnya, pelaku yang tak diketahui identitasnya itu langsung dibawa petugas Polsek Sumberasih. “Itu orangnya bisu, jadi tidak diketahui warga mana,” katanya.

Saat Jawa Pos Radar Bromo mendatangi Polsek Wonoasih, pria bisu itu berada di dalam sel tahanan. Menurut petugas jaga, pria tersebut alami gangguan. Pasalnya tak jarang pria bisu itu tertangkap warga dengan kasus yang sama, yakni mencuri kotak amal.

“Ini sering, Mas, di Mayangan, Dringu dan juga di Kuripan pernah ditangkap. Ya gitu nyurinya kotak amal. Bahkan sempat dimassa juga. Sepertinya alami gangguan jiwa. Pihak keluarga sendiri juga sudah melepasnya,” kata petugas itu tanpa menyebutkan identitas lengkap pria bisu itu.

Sementara Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini saat ditemui Radar Bromo enggan berkomentar banyak. Bahkan seolah menghindari pewarta. “Yang bisu dan sering ditangkap itu mas,” singkatnya lewat WA.

Menurut data media ini, pelaku diketahui bernama Solihin, warga Desa Menyono, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Pelaku pernah melakukan aksi pencurian kotak amal di wilayah hukum Polsek Mayangan. Sehingga pria berambut plontos dan memiliki kukurangan itu, sempat bonyok dimassa pada 3 Oktober 2017 lalu.

Hingga menjelang malam, akhirnya Solihin diserahkan Kades Patalan Wonomerto. Di desa inilah Solihin diketahui memiliki keluarga. Proses hukumnya tidak dilanjut. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2