alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Perbaikan Jalan Brantas Hanya Bisa Skala Kecil

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kondisi jalan Brantas yang berlubang rencananya akan diperbaiki tahun ini. Perbaikan jalan ini hanya akan dilakukan dengan skala kecil yakni tambal sulam.

“Untuk Jalan Brantas akan dilakukan perbaikan jalan dengan sistem tambal sulam. Bukan pekerjaan besar dengan rigid beton. Perbaikan dengan sistem tambal sulam ini akan diambilkan dari anggaran swakelola,” beber Andung Tjahyono, kepala Bidang Binamarga, Dinas pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo.

Sayangnya Andung tidak menjelaskan besaran anggaran swakelola yang akan digunakan untuk perbaikan jalan. Serta alasan tidak dilakukan perbaikan Jalan Brantas dengan rigid beton.

Sejatinya pada tahun 2020, Dinas PUPR Perkim telah menganggarkan sebesar Rp 2 Miliar untuk rigid beton jalan Brantas. Sayangnya anggaran tersebut terkena refocusing sehingga proses rigid beton urung untuk dilakukan.

Bahkan karena banyaknya lubang di Jalan Brantas, beberapa anggota DPRD dari komisi III melakukan aksi menambal jalan secara swadaya dengan pasir, batu dan semen.

Beberapa warga di Jalan Brantas berharap perbaikan jalan ini segera dilakukan. Mengingat kondisnya membahayakan terutama saat malam hari maupun saat hujan deras.

“Saya sering pulang malam lewat Jalan Brantas karena rumahnya di Kademangan. Kondisinya yang minim penerangan membuat orang tidak bisa melihat kondisi jalan yang berlubang,” ujar Andi Kurniawan, 38, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan.

Andi mejelaskan saat pagi atau siang hari pengguna jalan seperti dirinya relatif aman melintas karena kondisi jalan bisa terlihat jelas. Namun saat malam hari atau hujan deras, sulit untuk melihat jalan berlubang.

“Saat hujan air mengenai lubang dan tidak kelihatan lubangnya. Tidak Cuma sekali dua kali motor saya masuk lubang, tapi berkali-kali. Tapi masih selamat, masih bisa jaga keseimbangan. Kalau tidak bisa jatuh,” terangnya.

Dia berharap semoga Jalan Brantas bisa diperbaiki. “Kalau bisa ya jangan tambal sulam. Kalau tambal sulam juga tidak nyaman dilewati karena jalannya tidak rata. Lebih baik kalau dibeton,” tambah Andi berharap. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kondisi jalan Brantas yang berlubang rencananya akan diperbaiki tahun ini. Perbaikan jalan ini hanya akan dilakukan dengan skala kecil yakni tambal sulam.

“Untuk Jalan Brantas akan dilakukan perbaikan jalan dengan sistem tambal sulam. Bukan pekerjaan besar dengan rigid beton. Perbaikan dengan sistem tambal sulam ini akan diambilkan dari anggaran swakelola,” beber Andung Tjahyono, kepala Bidang Binamarga, Dinas pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo.

Sayangnya Andung tidak menjelaskan besaran anggaran swakelola yang akan digunakan untuk perbaikan jalan. Serta alasan tidak dilakukan perbaikan Jalan Brantas dengan rigid beton.

Mobile_AP_Half Page

Sejatinya pada tahun 2020, Dinas PUPR Perkim telah menganggarkan sebesar Rp 2 Miliar untuk rigid beton jalan Brantas. Sayangnya anggaran tersebut terkena refocusing sehingga proses rigid beton urung untuk dilakukan.

Bahkan karena banyaknya lubang di Jalan Brantas, beberapa anggota DPRD dari komisi III melakukan aksi menambal jalan secara swadaya dengan pasir, batu dan semen.

Beberapa warga di Jalan Brantas berharap perbaikan jalan ini segera dilakukan. Mengingat kondisnya membahayakan terutama saat malam hari maupun saat hujan deras.

“Saya sering pulang malam lewat Jalan Brantas karena rumahnya di Kademangan. Kondisinya yang minim penerangan membuat orang tidak bisa melihat kondisi jalan yang berlubang,” ujar Andi Kurniawan, 38, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan.

Andi mejelaskan saat pagi atau siang hari pengguna jalan seperti dirinya relatif aman melintas karena kondisi jalan bisa terlihat jelas. Namun saat malam hari atau hujan deras, sulit untuk melihat jalan berlubang.

“Saat hujan air mengenai lubang dan tidak kelihatan lubangnya. Tidak Cuma sekali dua kali motor saya masuk lubang, tapi berkali-kali. Tapi masih selamat, masih bisa jaga keseimbangan. Kalau tidak bisa jatuh,” terangnya.

Dia berharap semoga Jalan Brantas bisa diperbaiki. “Kalau bisa ya jangan tambal sulam. Kalau tambal sulam juga tidak nyaman dilewati karena jalannya tidak rata. Lebih baik kalau dibeton,” tambah Andi berharap. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2