alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bantuan Personel TNI Sudah Ditarik, Kini Andalkan Personel Kodim

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Pangdam V Brawijaya sempat menurunkan pasukan TNI yang diperbantukan untuk penugasan di Kota Probolinggo. Namun pasukan bantuan tersebut, telah ditarik. Penarikan pasukan ini dilakukan sejak awal Januari 2021.

Hal ini diungkapkan Letkol Inf Imam Wibowo, Dandim 0820 Jumat (15/1). “Pasukan BKO dari Kompi Kavaleri 3/TSC Sidoarjo sudah ditarik sejak awal Januari 2021,” ujarnya.

Total ada 50 orang personel yang berasal dari Kompi Kavaleri 3/TSC Sidoarjo. Semua pesonel telah tiba di Kota Probolinggo sejak 11 Desember 2020. Personel ini diperbantukan ke Kota Probolinggo karena status Kota Probolinggo naik dari zona oranye ke zona merah.

Saat itu tidak hanya Kota Probolinggo yang mendapat bantuan personel TNI. Namun daerah lain yang ditetapkan sebagi zona merah oleh Pemprov Jatim. “Jika nanti Kota Probolinggo kembali zona merah, tidak menutup kemungkinan pasukan dikirimkan kembali,” ujarnya.

Meskipun pasukan TNI dari Sidoarjo telah ditarik, TNI tetap terlibat membantu proses pengawasan aktivitas kerumunan masyarakat. Namun personel yang dilibatkan adalah personel Kodim 0820.

“Tetap kami membantu pemkot, namun melibatkan personel TNI dari Kodim sendiri. Total ada 150 personel untuk di Kota Probolinggo,” terangnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, total ada 50 personel TNI dari Sidoarjo ditugaskan BKO ke Kota Probolinggo untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas kerumunan masyarakat. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Pangdam V Brawijaya sempat menurunkan pasukan TNI yang diperbantukan untuk penugasan di Kota Probolinggo. Namun pasukan bantuan tersebut, telah ditarik. Penarikan pasukan ini dilakukan sejak awal Januari 2021.

Hal ini diungkapkan Letkol Inf Imam Wibowo, Dandim 0820 Jumat (15/1). “Pasukan BKO dari Kompi Kavaleri 3/TSC Sidoarjo sudah ditarik sejak awal Januari 2021,” ujarnya.

Total ada 50 orang personel yang berasal dari Kompi Kavaleri 3/TSC Sidoarjo. Semua pesonel telah tiba di Kota Probolinggo sejak 11 Desember 2020. Personel ini diperbantukan ke Kota Probolinggo karena status Kota Probolinggo naik dari zona oranye ke zona merah.

Mobile_AP_Half Page

Saat itu tidak hanya Kota Probolinggo yang mendapat bantuan personel TNI. Namun daerah lain yang ditetapkan sebagi zona merah oleh Pemprov Jatim. “Jika nanti Kota Probolinggo kembali zona merah, tidak menutup kemungkinan pasukan dikirimkan kembali,” ujarnya.

Meskipun pasukan TNI dari Sidoarjo telah ditarik, TNI tetap terlibat membantu proses pengawasan aktivitas kerumunan masyarakat. Namun personel yang dilibatkan adalah personel Kodim 0820.

“Tetap kami membantu pemkot, namun melibatkan personel TNI dari Kodim sendiri. Total ada 150 personel untuk di Kota Probolinggo,” terangnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, total ada 50 personel TNI dari Sidoarjo ditugaskan BKO ke Kota Probolinggo untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas kerumunan masyarakat. (put/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2