alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Disdikbud Tak Sepakat Penutupan Museum Rasulullah

KANIGARAN, Radar Bromo – Hingga Sabtu (14/11) sore Museum Rasulullah yang menempati Museum Probolinggo masih beroperasi. Padahal, Banggar DPRD Kota Probolinggo merekomendasikan agar museum itu ditutup sementara. Kondisi ini membuat sorotan makin tajam diberikan Banggar.

Pimpinan Banggar DPRD Kota Probolinggo Fernanda Zulkarnain menegaskan, rekomendasi itu memang diserahkan Jumat (13/11) malam. Sehingga, belum diketahui apakah sudah dijalankan atau tidak. Oleh karenanya, Senin (16/11) Banggar akan mengecek ke lokasi.

“Kami belum tahu saat ini operasional atau tidak. Namun, memang saran itu diberikan pada Jumat malam. Pada dasarnya kami bukan ingin menutup. Hanya agar pemkot terhindar dari masalah hukum yang akan timbul di kemudian hari lantaran ada peraturan yang ditabrak,” katanya.

Nanda -panggilannya- lantas menjelaskan, rekomendasi diberikan karena ada perda yang dilanggar dalam perjanjian dengan pihak ketiga itu. Salah satunya, sharing retribusi atau tiket masuk dan biaya sewa aset yang hingga kemarin belum ada.

Di sisi lain, kesepakatan pihak ketiga dengan pemkot saat ini dinilai Banggar, merugikan pemkot dan sangat menguntungkan pihak ketiga. Karena itu lantas rekomendasi dikeluarkan.

“Awalnya kami tidak tahu melanggar perda atau tidak. Setelah ada penjelasan di Banggar baru diketahui bahwa ada aturan yang ditabrak. Makanya kami menyarankan agar ditutup sementara sampai perjanjian itu diperbarui tanpa menabrak aturan yang ada,” tuturnya.

Fernanda pun mempertanyakan siapa sebenarnya pihak ketiga yang terlibat dalam kerjasama ini. Sebab, menurutnya pihak ketiga ini sangat mudah masuk tanpa mengikuti aturan yang ada.

“Harusnya ada persentase retribusi yang masuk ke pemkot. Ini malah merugikan pemkot. Siapa sih pihak ketiga ini? Kok mudah masuk dan mendapatkan keuntungan lebih. Malah pemkot yang dirugikan,” tuturnya.

Terpisah Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Moch Maskur bersikap berbeda dengan Banggar. Dia keukeh tidak perlu menutup Museum Rasulullah. Apalagi menurutnya, museum tersebut sudah berjalan dan ramai. Jika ditutup begitu saja, nama baik Pemkot Probolinggo yang akan dipertaruhkan.

“Memang Banggar menyarankan ditutup sementara. Tapi kalau seperti itu apa bisa maju Kota Probolinggo? Kalau kurang sempurna, mari disempurnakan bersama,” katanya.

Penutupan Museum Rasulullah menurutnya malah juga bisa memberikan masalah pada daerah. Dalam hal ini Kota Probolinggo.

“Kalau langsung ditutup, sementara telanjur banyak yang mau beli tiket, malah jadi problem untuk daerah. Katanya agar Kota Probolinggo maju dan dapat PAD. Kalau seperti ini, investor mau masuk akan sulit. Apalagi ini kan berjalan belum satu bulan,” kata Maskur.

Karena itu, Maskur menegaskan tidak sepakat dengan penutupan sementara museum itu. Jika ada hal yang kurang sempurna, maka akan disempurnakan tanpa harus menutup museum.

“Saya besok Senin (16/11) akan mengumpulkan tim, melibatkan Bagian Hukum, Pemerintahan, Inspektorat, Bapedda, Bagian Keuangan, Aset dan Retribusi. Tujuannya membahas mengenai persoalan tersebut,” tandas Maskur. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU