alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Tutup 34 Titik Perlintasan KA Liar di Pasuruan-Banyuwangi

PROBOLINGGO,Radar Bromo – Sejumlah 34 perlintasan sebidang liar di daerah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI Daop 9 Jember) ditutup. Penutupan ini bertujuan untuk normalisasi jalur dan peningkatan keselamatan perjalanan KA.

Pelaksana Harian Humas Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra mengatakan, sejumlah 34 titik perlintasan sebidang liar yang ditutup tahun ini tersebar di wilayah Pasuruan sampai Banyuwangi.

Penutupan dilakukan dengan pertimbangan keselamatan dan meminimalisir jumlah lintasan sebidang yang tinggi risiko. Baik dari segi infrastruktur maupun budaya.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah dan KAI secara berkala menutup perlintasan sebidang dan menggantinya dengan tidak sebidang. Perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang atau menjadi flyover dan underpass untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan.

“Hal itu sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94/2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, pasal 5 dan 6,” ujarnya.

Peningkatan dan pengelolaan perlintasan sebidang itu dilakukan oleh penanggung jawab jalan sesuai klasifikasinya. Seperti menteri untuk jalan nasional; gubernur untuk jalan provinsi; dan bupati atau wali kota untuk jalan kabupaten atau kota dan jalan desa. “Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94/2018, pasal 2 dan 37,” ujar Radhitya.

Dari sisi budaya, kata Radhitya, perlu ada kesadaran para pengguna jalan untuk mematuhi seluruh rambu-rambu dan isyarat yang ada saat melalui perlintasan sebidang. Dikarenakan, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab setiap individu.

“Keselamatan di perlintasan sebidang dapat tercipta jika seluruh unsur masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama peduli. Termasuk kepedulian seluruh stakeholder serta para pengguna jalan untuk menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU