alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Rumah Lansia di Kalidandan yang Kena Longsor Ditangani Pakai Terpal

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Pengajuan penanganan ambrolnya tembok penahanan tanah (TPT) di Dusun Krajan, Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran, telah direncanakan. Namun, sejauh ini belum dilakukan. Alasannya, ada kegiatan yang lebih penting.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kalidandan Junaidi mengatakan, surat pengajuan penanganan TPT itu belum diberikan kepada BPBD. “Masih belum. Rencananya hari ini. Namun, ada kegiatan lain yang juga penting. Kami akan rencanakan besok,” ujarnya, Selasa (14/9).

Meski belum diajukan, penanganan di lokasi telah dilakukan. Salah satunya dengan menutupi tanah yang longsor menggunakan terpal. Agar saat hujan air tidak menggerus tanah. “Nanti kami akan secepatnya mengirimkan pengajuan ke BPBD,” janjinya.

USAI KEJADIAN: Rumah Misti yang jebol usai diterjang longsor. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Dengan adanya pengajuan penanganan TPT itu, Junaidi berharap BPBD mengamininya. Sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan lebih maksimal. “Semoga diterima. Agar tidak resah. Sebab, jika dianggarkan di dana desa tidak memungkinkan. Harus tahun depan,” jelasnya.

Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengaku, akan menerima pengajuan dari pemerintah desa. Namun, tindakan selanjutnya tidak bisa dipastikan. Apakah akan dilakukan perbaikan permanen atau tidak. “Mungkin hanya semipermanen, seperti pembangunan bronjong,” ujarnya.

Longsor di Kalidandan Pakuniran, Rusak Rumah Nenek Lansia

Diketahui, Sabtu (11/9) sore, terjadi longsor di RT 2/RW 1, Dusun Krajan, Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran. Tembok penahanan tanah (TPT) setinggi 4 meter roboh. Nahasnya, TPT itu menimpa rumah Misti, 81. Bagian samping rumahnya jebol. Syukur, Misti selamat. Meski kini harus tinggal di rumahnya yang jebol karena longsor. (mu/rud)

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Pengajuan penanganan ambrolnya tembok penahanan tanah (TPT) di Dusun Krajan, Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran, telah direncanakan. Namun, sejauh ini belum dilakukan. Alasannya, ada kegiatan yang lebih penting.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kalidandan Junaidi mengatakan, surat pengajuan penanganan TPT itu belum diberikan kepada BPBD. “Masih belum. Rencananya hari ini. Namun, ada kegiatan lain yang juga penting. Kami akan rencanakan besok,” ujarnya, Selasa (14/9).

Meski belum diajukan, penanganan di lokasi telah dilakukan. Salah satunya dengan menutupi tanah yang longsor menggunakan terpal. Agar saat hujan air tidak menggerus tanah. “Nanti kami akan secepatnya mengirimkan pengajuan ke BPBD,” janjinya.

USAI KEJADIAN: Rumah Misti yang jebol usai diterjang longsor. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Dengan adanya pengajuan penanganan TPT itu, Junaidi berharap BPBD mengamininya. Sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan lebih maksimal. “Semoga diterima. Agar tidak resah. Sebab, jika dianggarkan di dana desa tidak memungkinkan. Harus tahun depan,” jelasnya.

Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengaku, akan menerima pengajuan dari pemerintah desa. Namun, tindakan selanjutnya tidak bisa dipastikan. Apakah akan dilakukan perbaikan permanen atau tidak. “Mungkin hanya semipermanen, seperti pembangunan bronjong,” ujarnya.

Longsor di Kalidandan Pakuniran, Rusak Rumah Nenek Lansia

Diketahui, Sabtu (11/9) sore, terjadi longsor di RT 2/RW 1, Dusun Krajan, Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran. Tembok penahanan tanah (TPT) setinggi 4 meter roboh. Nahasnya, TPT itu menimpa rumah Misti, 81. Bagian samping rumahnya jebol. Syukur, Misti selamat. Meski kini harus tinggal di rumahnya yang jebol karena longsor. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU