alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Program Seragam Gratis Mandek, Sekolah Tak Boleh Tarik Iuran

KANIGARAN, Radar Bromo – Program seragam gratis bagi pelajar di Kota Probolinggo, benar-benar mandek. Bahkan, kini pihak sekolah menyerahkan pembelian seragam kepada wali murid. Termasuk seragam olahraga dan batik.

Sejumlah sekolah di Kota Probolinggo telah melaksanakan uji coba pembelajaran tatap. Kini, banyak pelajar yang telah kembali belajar di sekolah. Namun, ternyata banyak yang tak berseragam. Terutama ketika mengikuti pelajaran olahraga. Seperti terlihat di SDN Sukabumi 10 Kota Probolinggo.

Kemarin (14/9), sekolah di Jalan Mawar, Kota Probolinggo, itu tampak anak didiknya mengenakan pakaian berbeda-beda. Saat itu sejumlah siswa kelas 2 tengah mengikuti pelajaran olahraga. Sejumlah siswa tersebut masih mengenakan seragam sekolah sebelumnya. Seragam taman kanak-kanak (TK).

“Untuk seragam kami memang tidak menyediakan. Sesuai petunjuk Wali Kota terkait dengan sekolah gratis. Lantaran tidak ada anggaran seragam, kami juga tidak bisa menarik iuran atau semacamnya untuk seragam,” ujar Kepala SDN Sukabumi 10 Mimik Dharmawati.

Karenanya, terkait seragam, Mimik mengaku memasrahkan kepada setiap wali muridnya. Namun, ia memastikan kebutuhan utama agar siswa mendapatkan pembelajaran yang baik terpenuhi. “Kami pasrahkan ke wali murid. Infonya wali murid yang melakukan koordinasi untuk seragam,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, pada 2018 ke bawah semua seragam dibebankan kepada wali murid. Mulai 2019, ada program sekolah gratis, temasuk seragam. Karenanya, pengadaan seragam difasilitasi pemerintah.

KANIGARAN, Radar Bromo – Program seragam gratis bagi pelajar di Kota Probolinggo, benar-benar mandek. Bahkan, kini pihak sekolah menyerahkan pembelian seragam kepada wali murid. Termasuk seragam olahraga dan batik.

Sejumlah sekolah di Kota Probolinggo telah melaksanakan uji coba pembelajaran tatap. Kini, banyak pelajar yang telah kembali belajar di sekolah. Namun, ternyata banyak yang tak berseragam. Terutama ketika mengikuti pelajaran olahraga. Seperti terlihat di SDN Sukabumi 10 Kota Probolinggo.

Kemarin (14/9), sekolah di Jalan Mawar, Kota Probolinggo, itu tampak anak didiknya mengenakan pakaian berbeda-beda. Saat itu sejumlah siswa kelas 2 tengah mengikuti pelajaran olahraga. Sejumlah siswa tersebut masih mengenakan seragam sekolah sebelumnya. Seragam taman kanak-kanak (TK).

“Untuk seragam kami memang tidak menyediakan. Sesuai petunjuk Wali Kota terkait dengan sekolah gratis. Lantaran tidak ada anggaran seragam, kami juga tidak bisa menarik iuran atau semacamnya untuk seragam,” ujar Kepala SDN Sukabumi 10 Mimik Dharmawati.

Karenanya, terkait seragam, Mimik mengaku memasrahkan kepada setiap wali muridnya. Namun, ia memastikan kebutuhan utama agar siswa mendapatkan pembelajaran yang baik terpenuhi. “Kami pasrahkan ke wali murid. Infonya wali murid yang melakukan koordinasi untuk seragam,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur mengatakan, pada 2018 ke bawah semua seragam dibebankan kepada wali murid. Mulai 2019, ada program sekolah gratis, temasuk seragam. Karenanya, pengadaan seragam difasilitasi pemerintah.

MOST READ

BERITA TERBARU