alexametrics
30 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Imbas Pandemi, PAD Parkir Kota Probolinggo Baru 54,2 Persen

KANIGARAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo menarget bisa memompa pendapatan asli daerah (PAD) Rp 4,853 miliar. Sampai bulan kemarin baru 54,2 persen. Meski sulit, Dishub masih optimistis targetnya bisa tercapai.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, pandemi membuat seluruh sektor pemasukan menurun. Termasuk PAD parkir di Kota Probolinggo. Sampai 31 Agustus 2021, baru mencapai sekitar 54,2 persen.

Menurutnya, kebijakan yang sangat berpengaruh terhadap PAD adalah adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Bahkan, untuk pendapatan dari parkir insidental 0 persen. Karena, tidak ada kegiatan seperti car free day (CFD), Semipro, dan kegiatan lainnya.

“Untuk parkir berlangganan, parkir di Terminal Kargo, dan uji kir terdampak pandemi 6 bulan pertama 2021. Seperti berkurangnya armada truk beroperasional dan armada yang mengurus uji kir. Juga kendaraan yang mengurus surat kendaraan ke Samsat,” jelasnya.

Meski sulit untuk mencapai target, namun Agus masih optimistis. Dengan sisa waktu, bisa mencapai targetnya. Masih ada parkir berlangganan. Apalagi, kini didukung dengan program Gubernur Jawa Timur. Berupa pemutihan pengurusan surat-surat kendaraan.

“Saya yakin parkir berlangganan bisa memenuhi target. Didukung dengan program gubernur pemutihan surat kendaraan per tanggal 9 September,” tutur Agus.

Hal senada diungkapkan Kasubbag Program Keuangan Dishub Kota Probolinggo Dedy Koko. Menurutnya, target PAD parkir baik berlangganan dan non berlangganan tahun ini Rp 4,853 miliar. “Untuk tahun 2022 naik. Namun, datanya saya tidak hafal,” ujarnya. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo menarget bisa memompa pendapatan asli daerah (PAD) Rp 4,853 miliar. Sampai bulan kemarin baru 54,2 persen. Meski sulit, Dishub masih optimistis targetnya bisa tercapai.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, pandemi membuat seluruh sektor pemasukan menurun. Termasuk PAD parkir di Kota Probolinggo. Sampai 31 Agustus 2021, baru mencapai sekitar 54,2 persen.

Menurutnya, kebijakan yang sangat berpengaruh terhadap PAD adalah adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Bahkan, untuk pendapatan dari parkir insidental 0 persen. Karena, tidak ada kegiatan seperti car free day (CFD), Semipro, dan kegiatan lainnya.

“Untuk parkir berlangganan, parkir di Terminal Kargo, dan uji kir terdampak pandemi 6 bulan pertama 2021. Seperti berkurangnya armada truk beroperasional dan armada yang mengurus uji kir. Juga kendaraan yang mengurus surat kendaraan ke Samsat,” jelasnya.

Meski sulit untuk mencapai target, namun Agus masih optimistis. Dengan sisa waktu, bisa mencapai targetnya. Masih ada parkir berlangganan. Apalagi, kini didukung dengan program Gubernur Jawa Timur. Berupa pemutihan pengurusan surat-surat kendaraan.

“Saya yakin parkir berlangganan bisa memenuhi target. Didukung dengan program gubernur pemutihan surat kendaraan per tanggal 9 September,” tutur Agus.

Hal senada diungkapkan Kasubbag Program Keuangan Dishub Kota Probolinggo Dedy Koko. Menurutnya, target PAD parkir baik berlangganan dan non berlangganan tahun ini Rp 4,853 miliar. “Untuk tahun 2022 naik. Namun, datanya saya tidak hafal,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/