RSUD dr Moh Saleh Siapkan Ruang Ini Bila Ada Lonjakan Pasien Korona

BISA DIGUNAKAN: Bangunan di RSUD dr Mohamad Saleh. Jika terjadi lonjakan pasien Covid-19, rumah sakit pelat merah tersebut bakal menggunakan ruangan Wijaya Kusuma. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Di tengah lonjakan pasien positif korona di Kota Probolinggo, RSUD dr Mohamad Saleh dipastikan tersedia ruang isolasi untuk perawatan pasien korona. Ruang perawatan ini hanya dikhususkan untuk pasien terkonfirmasi positif dengan gejala sedang mengarah ke barat.

“Saat ini masih tersedia untuk ruang isolasi pasien positif. Dari 37 bed yang disediakan, saat ini yang sedang digunakan untuk perawatan saat ini ada 25 bed. Tidak semua pasien positif korona dirawat. Hanya yang kondisi sedang mengarah ke gejala berat itu yang dirawat,” ujar dr Abraar HS Kuddah, Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo, Senin (14/9).

Melihat perkembangan kasus pasien positif di Kota Probolinggo ini, wajar jika manajemen RSUD dr Mohamad Saleh telah mempersiapkan tambahan ruangan yang bisa digunakan jika kapasitas bed tidak tersedia lagi karena banyak yang dirawat. “Kami akan menggunakan ruangan Wijaya Kusuma (WK) tapi di lantai 2 untuk ruang perawatan jika tempat saat ini sudah tidak cukup lagi kapasitasnya,” terangnya.

Dokter bedah senior ini menjelaskan bahwa pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, tidak dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh. Namun diarahkan untuk isolasi mandiri dengan pengawasan yang ketat.

“Seperti saya kan melakukan isolasi mandiri. Alhmadulillah hasil swab sudah negatif. Insyaallah besok kembali bekerja,” ujarnya. Total selama 5 hari dr Abraar harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya setelah dilakukan screening swab secara mendadak. (put/fun)