Masuk Kemarau, Pasokan Beras di Bulog Menurun

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Datangnya musim kemarau beberapa bulan belakangan, memiliki pengaruh terhadap hasil pertanian. Hal ini juga berpengaruh pada pasokan beras di Perum Bulog. Tak tanggung-tanggung terjadi penurunan stok beras hingga mencapai 90 persen dibandingkan saat panen raya.

Pimpinan Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Krisna Murtiyanto mengatakan, pada saat panen raya pasokan gabah dan beras yang masuk ke gudang Bulog mencapai 150 sampai 200 ton per hari. “Panen raya terjadi pada April-Mei, pasokan cukup melimpah. Namun sejak Juni hingga saat ini, rata-rata pasokan hanya 10 sampai 20 persen,” ujarnya.

Stok beras yang ada dalam gudang yang tersebar di Kabupaten dan Kota Probolinggo, serta Kabupaten Lumajang saat ini mencapai 17.126 ton. Dengan rata-rata penyaluran per bulan rata-rata 1.500 sampai 1.700 ton per bulan.

“Bulog Sub Divre Probolinggo membawahi tiga wilayah dengan rata-rata penyaluran yang ada. Kami prediksikan stok beras yang ada dapat menjaga ketahanan pangan sampai dengan 10 bulan ke depan,” terangnya.

Menurutnya, dari tiga wilayah tersebut, sementara ini tidak ada wilayah yang permintaan beras cukup tinggi. Sehingga stok beras yang ada dalam gudang dapat disalurkan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Agar stok dalam gudang tidak menipis, Bulog tetap berupaya untuk menambah stok beras dengan terus memasok gabah dan beras hasil panen masyarakat. Dengan memaksimalkan petugas yang sudah tersebar di lapangan untuk mencari dan membeli hasil panen.

“Kami telah memiliki petugas di lapangan. Mereka mencari gabah dan beras hingga pelosok desa yang warganya banyak menanam padi. Hasil pencarian ini akan disimpan dalam gudang bulog,” ujar Krisna. (ar/fun)