alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Ide Cerita dari Pengalaman Anak

Cerita bergambar merupakan metode pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini. Apalagi dengan mengangkat kisah yang terjadi sehari-hari. Anak-anak pun akan lebih mudah memahami nilai yang disampaikan.

RIDHOWATI SAPUTRI, Probolinggo

Tidak sulit untuk mendapatkan ide cerita sebagai bahan cerita bergambar untuk mengikuti lomba PAUD Award Kota Probolinggo 2018. Berbagai pengalaman keseharian anak bisa menjadi ide utama.

Hal inilah yang dirasakan Yustinaningtias, guru KB Mentari. “Saya mengambil cerita tentang pengalaman anak yang tidak bisa disiplin, ceroboh dengan barang-barangnya. Judulnya, Aku Bisa Disiplin,” ujarnya.

Guru yang mengajar sejak tahun 2004 ini mengaku, ide cerita ini terinspirasi dari pengalaman putrinya. “Anak saya lupa meletakkan sepatunya di mana. Sehingga, hampir terlambat ke sekolah karena harus mencari sepatunya lebih dulu,” ujarnya.

Kemudian, ide itu dituangkan dalam bentuk gambar. Perlu waktu 10 hari bagi Yustinaningtias untuk menyelesaikan karyanya. “Mulai dari membuat sketsa gambar, sampai proses pewarnaan perlu waktu 10 hari,” ujarnya.

Yang paling sulit adalah membuat gambar karakter manusia. “Saya sebenarnya bisa menggambar, tapi untuk menggambar karakter orang perlu belajar lagi,” ujarnya.

Yusti panggilannya, lantas belajar melalui buku-buku. “Saat sekolah S-1 PAUD dulu, saya diajari menggambar karakter. Akhirnya buku-buku itu dibuka lagi,” ujarnya.

Untuk melihat efektivitas hasil karyanya, Yusti pun menceritakan hasil karyanya pada siswanya. Bahkan, dia menggambar cerita yang disampaikan di papan kelas.

“Responsnya bagus. Anak-anak banyak yang tertawa karena mereka pernah mengalami seperti yang ada di cerita tersebut,” ujarnya.

Yusti mengakui, media pembelajaran melalui cerita bergambar sangat efektif untuk pendidikan anak usia dini. “Anak-anak tidak sekedar mendapatkan informasi secara verbal, tapi juga memiliki gambaran nyata atas cerita tersebut,” ujarnya. (hn)

Cerita bergambar merupakan metode pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini. Apalagi dengan mengangkat kisah yang terjadi sehari-hari. Anak-anak pun akan lebih mudah memahami nilai yang disampaikan.

RIDHOWATI SAPUTRI, Probolinggo

Tidak sulit untuk mendapatkan ide cerita sebagai bahan cerita bergambar untuk mengikuti lomba PAUD Award Kota Probolinggo 2018. Berbagai pengalaman keseharian anak bisa menjadi ide utama.

Hal inilah yang dirasakan Yustinaningtias, guru KB Mentari. “Saya mengambil cerita tentang pengalaman anak yang tidak bisa disiplin, ceroboh dengan barang-barangnya. Judulnya, Aku Bisa Disiplin,” ujarnya.

Guru yang mengajar sejak tahun 2004 ini mengaku, ide cerita ini terinspirasi dari pengalaman putrinya. “Anak saya lupa meletakkan sepatunya di mana. Sehingga, hampir terlambat ke sekolah karena harus mencari sepatunya lebih dulu,” ujarnya.

Kemudian, ide itu dituangkan dalam bentuk gambar. Perlu waktu 10 hari bagi Yustinaningtias untuk menyelesaikan karyanya. “Mulai dari membuat sketsa gambar, sampai proses pewarnaan perlu waktu 10 hari,” ujarnya.

Yang paling sulit adalah membuat gambar karakter manusia. “Saya sebenarnya bisa menggambar, tapi untuk menggambar karakter orang perlu belajar lagi,” ujarnya.

Yusti panggilannya, lantas belajar melalui buku-buku. “Saat sekolah S-1 PAUD dulu, saya diajari menggambar karakter. Akhirnya buku-buku itu dibuka lagi,” ujarnya.

Untuk melihat efektivitas hasil karyanya, Yusti pun menceritakan hasil karyanya pada siswanya. Bahkan, dia menggambar cerita yang disampaikan di papan kelas.

“Responsnya bagus. Anak-anak banyak yang tertawa karena mereka pernah mengalami seperti yang ada di cerita tersebut,” ujarnya.

Yusti mengakui, media pembelajaran melalui cerita bergambar sangat efektif untuk pendidikan anak usia dini. “Anak-anak tidak sekedar mendapatkan informasi secara verbal, tapi juga memiliki gambaran nyata atas cerita tersebut,” ujarnya. (hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/