alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Sarankan Kendaraan Melintas di Jembatan JLU Bertahap

MAYANGAN, Radar Bromo – Proses pembangunan jembatan di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Probolinggo hampir rampung. Meski hampir selesai, kendaraan bertonase besar diminta untuk tidak langsung melintasi jembatan anyar ini.

Permintaan itu disampaikan Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri, ketika meninjau pembangunan jembatan ini, Selasa (14/7). “Pembangunan jembatan JLU memang hampir selesai. Dengan teknologi baru yaitu penggunaan box culver serta layer menggunakan fast beton bisa selesai pengecoran dalam 3-5 hari,” ujarnya.

Pria dengan latar belakang Insinyur ini meminta agar jembatan itu tidak langsung digunakan untuk kendaraan bertonase besar. Katanya, sebaiknya kendaraan yang melintas dilakukan bertahap.

“Kendaraan yang melintas sebaiknya bertahap, tidak langsung kendaraan tonase besar. Selektif dulu untuk kendaraan di bawah tonase 10 ton baru minggu depan sudah bisa digunakan kendaraan tonase besar seperti biasa,” jelasnya.

Subri mengungkapkan, dalam proses pekerjaan ini, Pemkot meminta tidak dilakukan dengan sistem buka tutup jalan. Sebab, dengan sistem buka tutup jalan, akan memperlambat proses penyelesaian.

“Dengan sistem penutupan total seperti kemarin memang risikonya kendaraan besar harus melintas lewat tengah kota. Tetapi, waktu pengerjaan bisa selesai dalam sebulan. Jika dilakukan buka tutup, artinya kendaraan tetap bisa melintas di JLU, waktunya sekitar 3 bulan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, perbaikan jembatan JLU digarap sejak Juni 2020. Targetnya, tanggal 9 Juli, harus sudah rampung. Namun, ternyata molor dari waktu yang ditentukan. Sampai Jumat (10/7), pembangunannya sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Selama jembatan ini diperbaiki, truk atau kendaraan besar yang biasanya melintasi JLU dialihkan ke sejumlah jalur alternatif. Truk dan bus dari arah Surabaya-Banyuwangi diarahkan masuk JLU, namun di simpang tiga Pasar Kronong, Mayangan, harus belok kanan masuk jalan tengah kota.

Sedangkan, yang dari timur atau Banyuwangi-Surabaya, diarahkan masuk Jalan Raden Wijaya. Kemudian, menuju Jalan Basuki Rachmad dan tembus di JLU Mayangan melalui Jalan Patiunus. Kendaraan tidak diarahkan ke jalur lingkar selatan karena Jembatan Kedungasem sempat ambruk dan belum bisa dilintas truk bertonase lebih dari 8 ton. (put/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Proses pembangunan jembatan di Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Probolinggo hampir rampung. Meski hampir selesai, kendaraan bertonase besar diminta untuk tidak langsung melintasi jembatan anyar ini.

Permintaan itu disampaikan Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri, ketika meninjau pembangunan jembatan ini, Selasa (14/7). “Pembangunan jembatan JLU memang hampir selesai. Dengan teknologi baru yaitu penggunaan box culver serta layer menggunakan fast beton bisa selesai pengecoran dalam 3-5 hari,” ujarnya.

Pria dengan latar belakang Insinyur ini meminta agar jembatan itu tidak langsung digunakan untuk kendaraan bertonase besar. Katanya, sebaiknya kendaraan yang melintas dilakukan bertahap.

“Kendaraan yang melintas sebaiknya bertahap, tidak langsung kendaraan tonase besar. Selektif dulu untuk kendaraan di bawah tonase 10 ton baru minggu depan sudah bisa digunakan kendaraan tonase besar seperti biasa,” jelasnya.

Subri mengungkapkan, dalam proses pekerjaan ini, Pemkot meminta tidak dilakukan dengan sistem buka tutup jalan. Sebab, dengan sistem buka tutup jalan, akan memperlambat proses penyelesaian.

“Dengan sistem penutupan total seperti kemarin memang risikonya kendaraan besar harus melintas lewat tengah kota. Tetapi, waktu pengerjaan bisa selesai dalam sebulan. Jika dilakukan buka tutup, artinya kendaraan tetap bisa melintas di JLU, waktunya sekitar 3 bulan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, perbaikan jembatan JLU digarap sejak Juni 2020. Targetnya, tanggal 9 Juli, harus sudah rampung. Namun, ternyata molor dari waktu yang ditentukan. Sampai Jumat (10/7), pembangunannya sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Selama jembatan ini diperbaiki, truk atau kendaraan besar yang biasanya melintasi JLU dialihkan ke sejumlah jalur alternatif. Truk dan bus dari arah Surabaya-Banyuwangi diarahkan masuk JLU, namun di simpang tiga Pasar Kronong, Mayangan, harus belok kanan masuk jalan tengah kota.

Sedangkan, yang dari timur atau Banyuwangi-Surabaya, diarahkan masuk Jalan Raden Wijaya. Kemudian, menuju Jalan Basuki Rachmad dan tembus di JLU Mayangan melalui Jalan Patiunus. Kendaraan tidak diarahkan ke jalur lingkar selatan karena Jembatan Kedungasem sempat ambruk dan belum bisa dilintas truk bertonase lebih dari 8 ton. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/