alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Tak Tunggu LO, Pembangunan Pasar Baru Segera Dilelang

KANIGARAN, Radar Bromo – Akhirnya Pemkot Probolinggo melanjutkan revitalisasi atau pembangunan Pasar Baru. Tidak lagi menunggu LO (legal opinion) dari Kejaksaan yang tak kunjung keluar.

Tanpa menunggu LO, maka pembangunan Pasar Baru akan segera dilelang. Diperkirakan, lelang dilakukan 1-2 bulan ke depan.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi menerangkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan lelang tersebut. Tahun ini, proyek tersebut akan dikerjakan dengan anggaran Rp 4 miliar. Lalu, tahun depan pembangunannya akan dilanjutkan lagi dengan anggaran Rp 2 Miliar.

“Pembangunan Pasar Baru akan kami lanjutkan. Jadi kami tidak lagi menunggu LO dari Kejaksaan,” terang Agus.

Kelanjutan pembangunan Pasar Baru memang sempat tersendar. Sebab, Dinas PUPR Perkim menunggu LO (legal opinion) dari kejaksaan. LO ini bertujuan meminta pandangan hukum dari Kejari tentang penggunaan anggaran Rp 2 miliar dan Rp 4 miliar yang bersumber dari anggaran multiyears 2020-2021.

Apakah boleh menggunakan dua anggaran itu di tahun yang sama, yaitu tahun 2021. Pengajuan LO ini telah dilakukan sejak Januari 2021. Namun, sampai April tidak ada jawaban. (rpd/hn)

KANIGARAN, Radar Bromo – Akhirnya Pemkot Probolinggo melanjutkan revitalisasi atau pembangunan Pasar Baru. Tidak lagi menunggu LO (legal opinion) dari Kejaksaan yang tak kunjung keluar.

Tanpa menunggu LO, maka pembangunan Pasar Baru akan segera dilelang. Diperkirakan, lelang dilakukan 1-2 bulan ke depan.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo Agus Hartadi menerangkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan lelang tersebut. Tahun ini, proyek tersebut akan dikerjakan dengan anggaran Rp 4 miliar. Lalu, tahun depan pembangunannya akan dilanjutkan lagi dengan anggaran Rp 2 Miliar.

“Pembangunan Pasar Baru akan kami lanjutkan. Jadi kami tidak lagi menunggu LO dari Kejaksaan,” terang Agus.

Kelanjutan pembangunan Pasar Baru memang sempat tersendar. Sebab, Dinas PUPR Perkim menunggu LO (legal opinion) dari kejaksaan. LO ini bertujuan meminta pandangan hukum dari Kejari tentang penggunaan anggaran Rp 2 miliar dan Rp 4 miliar yang bersumber dari anggaran multiyears 2020-2021.

Apakah boleh menggunakan dua anggaran itu di tahun yang sama, yaitu tahun 2021. Pengajuan LO ini telah dilakukan sejak Januari 2021. Namun, sampai April tidak ada jawaban. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/