alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Usai Salat Tarawih, Warga Lanjut Vaksin Booster

BANTARAN, Radar Bromo– Vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan. Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Memasuki bulan puasa, penyuntikan vaksin ada yang dilakukan pada malam hari. Salah satu tujuannya, mengantisipasi anggapan masyarakat jika vaksinasi dapat membatalkan puasa.

Seperti dilakukan Puskesmas Bantaran, Senin (11/4) malam. Kala itu vaksinasi dilakukan setelah salat tarawih di Masjid Sabilillah, Desa/Kecamatan Bantaran. Hasilnya puluhan warga bersedia divaksin. Bahkan, mayoritas minta divaksin dosis ketiga atau booster.

Vaksinasi ini disiapkan menjelang salat Isya. Sekitar 2 jam digelar, ada 5 orang yang vaksin dosis pertama, 20 orang vaksin dosis kedua, dan 76 orang vaksin booster. Mereka semua usia 12 tahun ke atas. Sedangkan, warga lanjut usia atau yang berusia 60 tahun ke atas ada 12 orang. Dari kalangan anak-anak ada 8 orang.

Kepala Puskesmas Bantaran Radityo Utomo mengatakan, vaksinasi dilakukan setelah salat Tarawih, sebagai upaya antisipasi adanya masyarakat yang khawatir vaksin dapat membatalkan puasa. Meski sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksinasi tidak membatalkan puasa.

“Kami khawatir masyarakat tidak berkenan disuntik vaksin saat tengah berpuasa. Sehingga kami mengadakan vaksinasi di masjid setelah salat Tarawih, ” katanya.

Ia mengaku akan terus melakukan vaksinasi setelah salat Tarawih di masjid-masjid. Tetapi, akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa atau takmir masjid setempat. Sehingga vaksinasi yang diadakan dapat maksimal.

“Vaksinasi di masjid di Desa Bantaran, ini yang pertama kali. Tapi ke depan kami akan adakan di masjid-masjid desa lain. Sehingga percepatan vaksinasi, baik dosis pertama, 2, dan 3 atau booster dapat tercapai dan maksimal,” harapnya.

BANTARAN, Radar Bromo– Vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan. Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Memasuki bulan puasa, penyuntikan vaksin ada yang dilakukan pada malam hari. Salah satu tujuannya, mengantisipasi anggapan masyarakat jika vaksinasi dapat membatalkan puasa.

Seperti dilakukan Puskesmas Bantaran, Senin (11/4) malam. Kala itu vaksinasi dilakukan setelah salat tarawih di Masjid Sabilillah, Desa/Kecamatan Bantaran. Hasilnya puluhan warga bersedia divaksin. Bahkan, mayoritas minta divaksin dosis ketiga atau booster.

Vaksinasi ini disiapkan menjelang salat Isya. Sekitar 2 jam digelar, ada 5 orang yang vaksin dosis pertama, 20 orang vaksin dosis kedua, dan 76 orang vaksin booster. Mereka semua usia 12 tahun ke atas. Sedangkan, warga lanjut usia atau yang berusia 60 tahun ke atas ada 12 orang. Dari kalangan anak-anak ada 8 orang.

Kepala Puskesmas Bantaran Radityo Utomo mengatakan, vaksinasi dilakukan setelah salat Tarawih, sebagai upaya antisipasi adanya masyarakat yang khawatir vaksin dapat membatalkan puasa. Meski sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksinasi tidak membatalkan puasa.

“Kami khawatir masyarakat tidak berkenan disuntik vaksin saat tengah berpuasa. Sehingga kami mengadakan vaksinasi di masjid setelah salat Tarawih, ” katanya.

Ia mengaku akan terus melakukan vaksinasi setelah salat Tarawih di masjid-masjid. Tetapi, akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa atau takmir masjid setempat. Sehingga vaksinasi yang diadakan dapat maksimal.

“Vaksinasi di masjid di Desa Bantaran, ini yang pertama kali. Tapi ke depan kami akan adakan di masjid-masjid desa lain. Sehingga percepatan vaksinasi, baik dosis pertama, 2, dan 3 atau booster dapat tercapai dan maksimal,” harapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/