alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Belum Cukup Umur, 93 Anak di Kab Probolinggo Minta Dispensasi Nikah

KRAKSAAN, Radar Bromo- Pernikahan dini masih sering terjadi di Kabupaten Probolinggo. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kasus pengajuan dispensasi kawin ke Pengadilan Agama (PA) Kraksaan.

Panitera Muda Hukum Agama PA Kraksaan Syaifuddin mengatakan, banyak faktor yang menjadi alasan calon pengantin mengajukan dispensasi kawin. Tetapi, mayoritas masyarakat menganggap batas minimal usia perkawinan cukup tua untuk menikahkan anaknya.

Padahal, menurut UU Nomor 16/2019 tentang Perkawinan, batas usia menikah laki-laki dan perempuan ialah 19 tahun. “Sampai Maret sudah 93 dispensasi kawin yang sudah diputus oleh Pengadilan Agama Kraksaan,” katanya.

Selain itu, alasan lain mengajukan dispensasi kawin adalah calon pengantin yang sudah terlanjur berbadan dua alias hamil. Karenanya, untuk mengadapi kasus semacam ini, hakim memiliki pertimbangan lain. Biasanya cenderung mempertimbangkan masa depan calon anak yang sedang dalam kandungan.

Tidak hanya itu, ada juga dispensasi kawin yang diajukan lantaran kekhawatiran orang tua terhadap anak perempuannya memang masih di bawah umur. Pasalnya, meski belum hamil, banyak orang tua cemas dengan pergaulan anak-anak zaman sekarang. Karena, lebih bebas, sehingga memilih menikahkannya.

“Apapun yang menjadi alasannya, kami harap saat usia masih belum cukup umur, lebih baik fokus pada sekolah,” ujarnya. (ar/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Pernikahan dini masih sering terjadi di Kabupaten Probolinggo. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kasus pengajuan dispensasi kawin ke Pengadilan Agama (PA) Kraksaan.

Panitera Muda Hukum Agama PA Kraksaan Syaifuddin mengatakan, banyak faktor yang menjadi alasan calon pengantin mengajukan dispensasi kawin. Tetapi, mayoritas masyarakat menganggap batas minimal usia perkawinan cukup tua untuk menikahkan anaknya.

Padahal, menurut UU Nomor 16/2019 tentang Perkawinan, batas usia menikah laki-laki dan perempuan ialah 19 tahun. “Sampai Maret sudah 93 dispensasi kawin yang sudah diputus oleh Pengadilan Agama Kraksaan,” katanya.

Selain itu, alasan lain mengajukan dispensasi kawin adalah calon pengantin yang sudah terlanjur berbadan dua alias hamil. Karenanya, untuk mengadapi kasus semacam ini, hakim memiliki pertimbangan lain. Biasanya cenderung mempertimbangkan masa depan calon anak yang sedang dalam kandungan.

Tidak hanya itu, ada juga dispensasi kawin yang diajukan lantaran kekhawatiran orang tua terhadap anak perempuannya memang masih di bawah umur. Pasalnya, meski belum hamil, banyak orang tua cemas dengan pergaulan anak-anak zaman sekarang. Karena, lebih bebas, sehingga memilih menikahkannya.

“Apapun yang menjadi alasannya, kami harap saat usia masih belum cukup umur, lebih baik fokus pada sekolah,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/