alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Amankan Jalan Utama dari Ancaman Longsor di Pohsangit Ngisor

MASYARAKAT tidak perlu khawatir saat melintas di jalan penghubung Dusun Krajan dengan Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto. Jalan penghubung antardesa itu telah diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT). Pembangunannya telah dilakukan pada awal 2022.

Setiap musim hujan, masyarakat kerap khawatir saat melintas di Jalan RT 6/RW 3 Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor. Jalan ini berdekatan dengan sungai. Setiap hujan deras, sungai kerap meluber dan menggerus bibir jalan.

Tapi, itu dulu. Kini jalannya telah jauh lebih aman. Sudah kokoh. Januari lalu, Pemerintah Desa Pohsangit Ngisor, memperkuat jalan ini dengan TPT. Panjangnya sekitar 7,9 meter dengan tinggi 4,5 meter.

TPT ini dibangun sisa lebih penggunaan anggaran tahun 2021 senilai Rp 15 juta. “Kalau dibiarkan, kami khawatir akan berbahaya, karena bibir jalan sering tergerus. Kalau tidak dibangun TPT, bisa longsor,” ujar Pj Kades Pohsangit Ngisor Slamet Hermanto.

Jalan ini merupakan salah satu jalur utama roda perekonomian warga. Banyak masyarakat yang berdagang hingga menjual hasil pertanian ke luar desa dengan melintasi jalan ini. Seperti, ke Desa Tunggak Cerme dan Sepuhgembol.

Jika longsor, jalan bisa tertutup. Hal ini bisa merugikan masyarakat. Mereka harus melintasi jalan yang lebih jauh untuk keluar desa. Dengan dibangun TPT, kini masyarakat lebih aman dan nyaman melintasnya.

“Sarana dan prasarana jalan adalah roda utama perekonomian. Kenyamanan dan keselamatan warga harus selalu diupayakan,” ujar Slamet.

MASYARAKAT tidak perlu khawatir saat melintas di jalan penghubung Dusun Krajan dengan Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto. Jalan penghubung antardesa itu telah diperkuat dengan tembok penahan tanah (TPT). Pembangunannya telah dilakukan pada awal 2022.

Setiap musim hujan, masyarakat kerap khawatir saat melintas di Jalan RT 6/RW 3 Dusun Krasak, Desa Pohsangit Ngisor. Jalan ini berdekatan dengan sungai. Setiap hujan deras, sungai kerap meluber dan menggerus bibir jalan.

Tapi, itu dulu. Kini jalannya telah jauh lebih aman. Sudah kokoh. Januari lalu, Pemerintah Desa Pohsangit Ngisor, memperkuat jalan ini dengan TPT. Panjangnya sekitar 7,9 meter dengan tinggi 4,5 meter.

TPT ini dibangun sisa lebih penggunaan anggaran tahun 2021 senilai Rp 15 juta. “Kalau dibiarkan, kami khawatir akan berbahaya, karena bibir jalan sering tergerus. Kalau tidak dibangun TPT, bisa longsor,” ujar Pj Kades Pohsangit Ngisor Slamet Hermanto.

Jalan ini merupakan salah satu jalur utama roda perekonomian warga. Banyak masyarakat yang berdagang hingga menjual hasil pertanian ke luar desa dengan melintasi jalan ini. Seperti, ke Desa Tunggak Cerme dan Sepuhgembol.

Jika longsor, jalan bisa tertutup. Hal ini bisa merugikan masyarakat. Mereka harus melintasi jalan yang lebih jauh untuk keluar desa. Dengan dibangun TPT, kini masyarakat lebih aman dan nyaman melintasnya.

“Sarana dan prasarana jalan adalah roda utama perekonomian. Kenyamanan dan keselamatan warga harus selalu diupayakan,” ujar Slamet.

MOST READ

BERITA TERBARU

/