alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Jumlah Wisatawan Kapal Pesiar yang Singgah di Probolinggo Turun

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah wisatawan kapal pesiar mengalami penurunan baik di Kalianget, Madura maupun di Kota Probolinggo. Hal ini terungkap dalam kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan kantor Pelabuhan Probolinggo, Jumat (14/2).

“Kami mendapat laporan bahwa wisatawan kapal pesiar yang turun di pelabuhan Kalianget Madura dan Pelabuhan Probolinggo menurun jumlahnya,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Menurutnya, di Pelabuhan Kalianget terjadi pendangkalan. Sehingga menyulitkan kapal pesiar untuk sandar. Sedangkan di Pelabuhan Probolinggo, ada kapal tongkang pengangkut batu bara yang sandar.

Menurutnya, perlu koordinasi untuk menyinkronkan program Pelabuhan Probolinggo dengan pengembangan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS). Sehingga, kesulitan di lapangan bisa diatasi.

“Ini masih berkaitan dengan Perpres Nomor 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo Tengger Semeru, serta Kawasan Lingkar Wilis dan Lintas Selatan,” tuturnya.

Salah satunya dengan mengubah tempat sandar bagi kapal tongkang pengangkut batu bara. Sebab, serbuk batu bara yang diangkut kapal tongkang dikhawatirkan akan mengganggu wisatawan yang datang dengan kapal pesiar.

Nyono, kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur menjelaskan, tempat kapal tongkang saat ini masih di dermaga III. Hal ini membuat sulit bagi kapal pesiar bersandar. Kapal pesiar khawatir debu batu bara saat bongkar muat akan mengganggu wisatawan.

“Tahun ini kapal tongkang bisa ditempatkan di dermaga satu. Saat ini dermaga satu masih dalam proses pendalaman lagi,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun harian Jawa Pos Radar Bromo menunjukkan, angka kunjungan wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar cenderung menurun. Pada 2016, jumlah penumpang kapal pesiar yang naik ke darat mencapai 6.424 orang. Kemudian tahun 2017 mencapai 5.024 orang. Lalu pada tahun 2018 mencapai 4.176 orang dan tahun 2019 mencapai 1.275 orang.

Di sisi lain, jumlah kapal pesiar yang datang sebenarnya bertambah. Pada tahun 2016 ada tujuh kapal yang datang. Lalu, 2017 ada 14 kapal. Dan pada 2018 dan 2019 ada 15 kapal yang datang ke Kota Probolinggo. (put/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah wisatawan kapal pesiar mengalami penurunan baik di Kalianget, Madura maupun di Kota Probolinggo. Hal ini terungkap dalam kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan kantor Pelabuhan Probolinggo, Jumat (14/2).

“Kami mendapat laporan bahwa wisatawan kapal pesiar yang turun di pelabuhan Kalianget Madura dan Pelabuhan Probolinggo menurun jumlahnya,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Menurutnya, di Pelabuhan Kalianget terjadi pendangkalan. Sehingga menyulitkan kapal pesiar untuk sandar. Sedangkan di Pelabuhan Probolinggo, ada kapal tongkang pengangkut batu bara yang sandar.

Menurutnya, perlu koordinasi untuk menyinkronkan program Pelabuhan Probolinggo dengan pengembangan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS). Sehingga, kesulitan di lapangan bisa diatasi.

“Ini masih berkaitan dengan Perpres Nomor 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo Tengger Semeru, serta Kawasan Lingkar Wilis dan Lintas Selatan,” tuturnya.

Salah satunya dengan mengubah tempat sandar bagi kapal tongkang pengangkut batu bara. Sebab, serbuk batu bara yang diangkut kapal tongkang dikhawatirkan akan mengganggu wisatawan yang datang dengan kapal pesiar.

Nyono, kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur menjelaskan, tempat kapal tongkang saat ini masih di dermaga III. Hal ini membuat sulit bagi kapal pesiar bersandar. Kapal pesiar khawatir debu batu bara saat bongkar muat akan mengganggu wisatawan.

“Tahun ini kapal tongkang bisa ditempatkan di dermaga satu. Saat ini dermaga satu masih dalam proses pendalaman lagi,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun harian Jawa Pos Radar Bromo menunjukkan, angka kunjungan wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar cenderung menurun. Pada 2016, jumlah penumpang kapal pesiar yang naik ke darat mencapai 6.424 orang. Kemudian tahun 2017 mencapai 5.024 orang. Lalu pada tahun 2018 mencapai 4.176 orang dan tahun 2019 mencapai 1.275 orang.

Di sisi lain, jumlah kapal pesiar yang datang sebenarnya bertambah. Pada tahun 2016 ada tujuh kapal yang datang. Lalu, 2017 ada 14 kapal. Dan pada 2018 dan 2019 ada 15 kapal yang datang ke Kota Probolinggo. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/