alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Video Tolak Tes Antigen Viral, Kades Banjarsawah Diklarifikasi  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Kades Banjarsawah, Muhammad Soleh mendadak jadi perbincangan, Jumat (15/1). Itu setelah videonya menolak swab antigen masal viral di (medsos).

Satgas Penanganan Covid-19 pun langsung minta klarifikasi atas pernyataan tersebut. Rupanya, video itu hanya spontan untuk meredam keresahan warganya yang takut dirapid swab antigen masal.

Untuk membuktikan dukungan rapid swab antigen masal, Kades pun meminta Sabtu dirinya beserta perangkat desa untuk dirapid swab antigen. Upaya itu juga sebagai bentuk edukasi pada warganya, terkait rapid swab antigen tidak berbaya dan tidak perlu ditakuti.

Kades Banjarsawah, Muhammad Soleh saat dikonfirmasi mengaku, dirinya tidak pernah menyangka video itu bakal viral. Sebab, video itu diambil Rabu pagi (13/1) lalu itu, secara spontan untuk meredam rasa takut masyarakat.

Dalam video itu pun dirinya mengimbau, supaya tidak dirapid swab antigen, masyarakat harus selalu terapkan protokol kesehatan pakai masker saat kemanapun. ”Yang merekam itu perangkat desa, atas perintah saya. Maksud saya, video itu untuk konsumsi warga saya saja dan menghilangkan kegelisahan, ketakutan masyarakat akan rapid swab antigen,” kata Soleh.

Soleh menegaskan, pihaknya mendukung pogram pemerintah daerah terkait dilaksanakan rapid swab antigen masal. Untuk memberikan edukasi pada warganya, dirinya sudah mendaftarkan ke Puskesmas Tegalsiwalan, untuk dilakukan rapid swab antigen pada dirinya dan perangkat desa.

”Dijadwalkan besok (hari ini, red) akan dilakukan rapid swab antigen pada saya dan perangkat desa. Ini sebagai bentuk edukasi pada warga, rapid swab antigen tidak berbahaya. Tapi hanya memastikan kondisi kesehatan kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Ugas Irwanto selaku Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten setempat mengatakan, soal video penolakan rapid swab antigen masal oleh kades, sudah ditindaklanjuti dan minta klarifikasi.

Hasilnya, kades sudah menyatakan permintaan maaf atas beredarnya video tersebut. Kades tegaskan tidak ada sedikit pun menolak rapid swab antigen. Bahkan, siap menjadi orang pertama rapid swab antigen di Desa Banjarsawah.

”Kades sudah klarifikasi atas video itu. maksud video itu hanya berniat merespon ketakutan masyarakat saja. Bentuk dukungan, kades siap dirapid swab antigen pertama di desanya,” terang Ugas. (mas/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Kades Banjarsawah, Muhammad Soleh mendadak jadi perbincangan, Jumat (15/1). Itu setelah videonya menolak swab antigen masal viral di (medsos).

Satgas Penanganan Covid-19 pun langsung minta klarifikasi atas pernyataan tersebut. Rupanya, video itu hanya spontan untuk meredam keresahan warganya yang takut dirapid swab antigen masal.

Untuk membuktikan dukungan rapid swab antigen masal, Kades pun meminta Sabtu dirinya beserta perangkat desa untuk dirapid swab antigen. Upaya itu juga sebagai bentuk edukasi pada warganya, terkait rapid swab antigen tidak berbaya dan tidak perlu ditakuti.

Mobile_AP_Half Page

Kades Banjarsawah, Muhammad Soleh saat dikonfirmasi mengaku, dirinya tidak pernah menyangka video itu bakal viral. Sebab, video itu diambil Rabu pagi (13/1) lalu itu, secara spontan untuk meredam rasa takut masyarakat.

Dalam video itu pun dirinya mengimbau, supaya tidak dirapid swab antigen, masyarakat harus selalu terapkan protokol kesehatan pakai masker saat kemanapun. ”Yang merekam itu perangkat desa, atas perintah saya. Maksud saya, video itu untuk konsumsi warga saya saja dan menghilangkan kegelisahan, ketakutan masyarakat akan rapid swab antigen,” kata Soleh.

Soleh menegaskan, pihaknya mendukung pogram pemerintah daerah terkait dilaksanakan rapid swab antigen masal. Untuk memberikan edukasi pada warganya, dirinya sudah mendaftarkan ke Puskesmas Tegalsiwalan, untuk dilakukan rapid swab antigen pada dirinya dan perangkat desa.

”Dijadwalkan besok (hari ini, red) akan dilakukan rapid swab antigen pada saya dan perangkat desa. Ini sebagai bentuk edukasi pada warga, rapid swab antigen tidak berbahaya. Tapi hanya memastikan kondisi kesehatan kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Ugas Irwanto selaku Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten setempat mengatakan, soal video penolakan rapid swab antigen masal oleh kades, sudah ditindaklanjuti dan minta klarifikasi.

Hasilnya, kades sudah menyatakan permintaan maaf atas beredarnya video tersebut. Kades tegaskan tidak ada sedikit pun menolak rapid swab antigen. Bahkan, siap menjadi orang pertama rapid swab antigen di Desa Banjarsawah.

”Kades sudah klarifikasi atas video itu. maksud video itu hanya berniat merespon ketakutan masyarakat saja. Bentuk dukungan, kades siap dirapid swab antigen pertama di desanya,” terang Ugas. (mas/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2