alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Angka Kasus DBD Sepanjang 2020 di Kab Probolinggo Turun Drastis

DRINGU, Radar Bromo– Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam tahun 2020 di Kabupaten Probolinggo tercatat ada 170 kasus. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding tahun 2019 yang mencapai 440 kasus. Meski demikian, masyarakat Kabupaten Probolinggo diimbau tetap waspada kasus DBD. Mengingat, musim hujan masih belum berakhir.

Dewi Vironica selaku Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo mengatakan, kasus DBD di tahun 2020 mengalami penurunan separo lebih dibanding tahun sebelumnya. Tercatat setahun kemarin ada 170 kasus DBD dan satu kasus pasien DBD yang meninggal.

”Kalau tahun 2019 kemarin, tercatat ada 440 kasus DBD dan 5 kasus mengakibatkan kematian penderita DBD. Kami berharap, tahun ini kasus DBD dapat ditekan berkat usaha dan peran masyarakat langsung,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Meski demikian, dikatakan Dewi, masyarakat harus tetap waspada. Di tengah pandemi Covid-19, selain harus menjaga protokol kesehatan (prokes) juga, memperhatikan kebersihan lingkungan. Jangan sampai ada barang-barang bekas dan genangan air yang menjadi tempat tumbuh berkembangnya nyamuk.

”Sekarang masih musim hujan, paling rawan penyakit DBD menyerang. Masyarakat harus menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dari rumahnya  masing-masing hingga lingkungan sekitarnya.  Karena, dengan PSN, akan membunuh jentik-jentik nyamuk,” terangnya. (mas/fun)

DRINGU, Radar Bromo– Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam tahun 2020 di Kabupaten Probolinggo tercatat ada 170 kasus. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding tahun 2019 yang mencapai 440 kasus. Meski demikian, masyarakat Kabupaten Probolinggo diimbau tetap waspada kasus DBD. Mengingat, musim hujan masih belum berakhir.

Dewi Vironica selaku Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo mengatakan, kasus DBD di tahun 2020 mengalami penurunan separo lebih dibanding tahun sebelumnya. Tercatat setahun kemarin ada 170 kasus DBD dan satu kasus pasien DBD yang meninggal.

”Kalau tahun 2019 kemarin, tercatat ada 440 kasus DBD dan 5 kasus mengakibatkan kematian penderita DBD. Kami berharap, tahun ini kasus DBD dapat ditekan berkat usaha dan peran masyarakat langsung,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Meski demikian, dikatakan Dewi, masyarakat harus tetap waspada. Di tengah pandemi Covid-19, selain harus menjaga protokol kesehatan (prokes) juga, memperhatikan kebersihan lingkungan. Jangan sampai ada barang-barang bekas dan genangan air yang menjadi tempat tumbuh berkembangnya nyamuk.

”Sekarang masih musim hujan, paling rawan penyakit DBD menyerang. Masyarakat harus menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dari rumahnya  masing-masing hingga lingkungan sekitarnya.  Karena, dengan PSN, akan membunuh jentik-jentik nyamuk,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/