DLH Kab Probolinggo Tambah 4 Truk Sampah, Siapkan Rp 2 M

MENUMPUK: Pengendara motor melintas di sekitar TPS di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/1). Tahun ini DLH Kabupaten Probolinggo akan menambah 4 unit truk sampah. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Belakangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo kerap mendapatkan keluhan tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS). Alasannya, armada truk sampah yang dimiliki hanya 8 unit. Idealnya, Kabupaten Probolinggo memiliki 16 unit dump truck sampah.

Karenanya, melalui APBD 2020, Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk pengadaan dump truck sampah. Tidak tanggung-tanggung, tahun ini direncanakan membeli 4 unit truk. Sisa kekurangannya 4 unit lagi direncankaan pada tahun berikutnya.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan, salah satu bentuk keseriusan dalam penanganan sampah tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembelian 4 unit dump truck sampah.

“Karena keterbatasan anggaran dan mahalnya harga dump truck sampah itu, kami rencanakan tahun ini menambah 4 armada. Satu unitnya diperkirakan seharga Rp 500 juta,” katanya.

Hasyim mengaku sudah melakukan kajian soal pengangkutan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Seboro, Kecamatan Krejengan. Bukan karena petugas angkut sampah malas-malasan, namun karena keterbatasan waktu dan truk sampah.

Bahkan, ada sejumlah sampah di TPS yang tidak bisa diangkut setiap hari. Karenanya, dibutuhkan tambahan armada dan petugas angkut sampah.

“Soal keluhan sampah menumpuk di TPS, saya langsung lakukan kajian dan diskusi dengan petugas angkut sampah. Ternyata, kondisi di lapangan memang tidak memungkinkan 8 unit truk sampah mengangkut semua sampah di TPS yang tersebar di Kabupaten Probolinggo ini,” jelasnya.

Ia mengaku, tidak ingin sampah terlalu lama menumpuk di TPS. Karenanya, perlu adanya tambahan truk sampah. Dengan begitu, diharapkan sampah di TPS hanya ada mulai sore sampai pagi. Karena ketika pagi sampai siang sudah diangkut oleh petugas.

“Sampah yang menumpuk terlalu lama akan semakin menyengat baunya. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Petugas angkut sampah semakin berat karena tonase sampah yang diangkut dua kali lipat dibanding musim kemarau,” ujarnya. (mas/rud)