Ditambal Sulam 2019, Jalan Brantas Probolinggo Kembali Rusak

BERBAHAYA: Sejumlah pengendara motor melintas di Jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Rusaknya jalan ini banyak dikeluhkan warga karena membahayakan. (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Jalan Brantas di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, kembali rusak. Padahal, pada 2019 lalu, jalan setempat baru dilakukan tambal sulam oleh Pemkot Probolinggo.

Kondisi ini menjadi sorotan sejumlah pengguna jalan yang kerap melintas di Jalan Brantas. Jalan yang berlubang dinilai membahayakan pengguna kendaraan. Terutama ketika malam hari.

“Jalan Brantas ini sudah lama rusak, tapi sepertinya cuma tambal sulam yang dilakukan. Hasil tambal sulam juga tidak rapi, membuat jalan bergelombang dan malah membahayakan pengendara motor,” ujar Nur Rania, 30, warga Pasuruan yang indekos di wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Sudah dua tahun Rania tinggal di Kota Probolinggo karena urusan pekerjaan. Setiap hari dia sering melintas di Jalan Brantas, terutama ketika malam hari. “Kondisinya gelap meski ada lampu penerangan, tapi ketutup pohon. Jadi, kalau pulang malam benar-benar harus hati-hati. Pernah jatuh gara-gara ban masuk lubang jalan, padahal sudah pelan,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Samsul Ali, 38, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ia mengaku tidak pernah terjatuh di Jalan Brantas. Namun, ketika melintas di sana tetap waswas.

“Bahkan, saat sore lewat sana (Jalan Brantas) tetap harus hati-hati. Jalannya bergelombang akibat tambal sulam. Seharusnya, dibeton saja kalau yang melintas di Jalan Brantas, itu kendaraan besar,” ujarnya.

Rencana me-rigid Jalan Brantas telah disampaikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasa Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Senin (6/1). Staf Dinas PUPR Perkim Agus mengatakan, sudah ada beberapa proyek fisik yang akan dilakukan PUPR telah selesai penyusunan DED.

“Seperti DED proses rigid (pengecoran beton) Jalan Brantas dan pembangunan Pasar Baru. Tinggal masuk Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan diteruskan ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa. Akhir Januari insyaallah dokumen bisa selesai,” ujarnya. (put/rud)