alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Cuaca Hujan Buat Pasokan Ikan di Probolinggo Kian Tak Menentu

MAYANGAN, Radar Bromo – Kondisi cuaca hujan terus menerus berdampak terhadap hasil perikanan tangkap di Kota Probolinggo. Sejak beberapa pekan terakhir, pasokan ikan dari nelayan berkurang. Maklum, banyak nelayan yang tidak melaut karena cuaca sedang tak bersahabat.

Dampaknya, pedagang ikan juga kesulitan untuk mendapatkan barang dagangan. Kondisi ini tak hanya dirasakan pedagang ikan di Kota Probolinggo, sejumlah pedagang dari luar daerah yang biasanya kulakan ke Kota Probolinggo, juga mengeluh.

Seperti dirasakan pedagang ikan asal Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Iqbal, 40. Ia mengatakan, semakin hari persediaan ikan semakin minim. “Yang ada itu ikan seperti cumi-cumi, udang, dan kerang. Kalau ikan jenis lain seperti tongkol sulit didapat. Kalau ada, sudah dari pendingin, bukan segar,” ujarnya.

Karena barangnya sedikit, menurutnya, harganya juga makin mahal. Seperti cumi-cumi dan udang. “Cumi-cumi beli Rp 50 ribu per kilogram, biasanya tidak sampai segitu. Saya jual dibagi seperempat kiloan ke konsumen. Mungkin nanti saya ganti jual lele untuk ganti ikan yang tidak ada stok. Konsumen di desa itu tidak suka ikan yang dibekukan, lebih senang yang segar,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sri Astuti,45, salah satu pedagang ikan di Kota Probolinggo. Ia mengaku semakin kesulitan mendapatkan pasokan ikan segar. “Biasanya untuk ikan tongkol datang dari Puger, Jember. Tetapi, sekarang tidak ada stok. Di Puger, ombak tinggi, jadi nelayn tidak melaut,” ujarnya.

Sri mengaku memiliki stok ikan yang sudah dibekukan. Namun, biasanya yang pesan dari rumah makan. “Kalau konsumen perorangan jarang beli ikan yang dibekukan. Karena tidak segar itu,” ujarnya. (put/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Kondisi cuaca hujan terus menerus berdampak terhadap hasil perikanan tangkap di Kota Probolinggo. Sejak beberapa pekan terakhir, pasokan ikan dari nelayan berkurang. Maklum, banyak nelayan yang tidak melaut karena cuaca sedang tak bersahabat.

Dampaknya, pedagang ikan juga kesulitan untuk mendapatkan barang dagangan. Kondisi ini tak hanya dirasakan pedagang ikan di Kota Probolinggo, sejumlah pedagang dari luar daerah yang biasanya kulakan ke Kota Probolinggo, juga mengeluh.

Seperti dirasakan pedagang ikan asal Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Iqbal, 40. Ia mengatakan, semakin hari persediaan ikan semakin minim. “Yang ada itu ikan seperti cumi-cumi, udang, dan kerang. Kalau ikan jenis lain seperti tongkol sulit didapat. Kalau ada, sudah dari pendingin, bukan segar,” ujarnya.

Karena barangnya sedikit, menurutnya, harganya juga makin mahal. Seperti cumi-cumi dan udang. “Cumi-cumi beli Rp 50 ribu per kilogram, biasanya tidak sampai segitu. Saya jual dibagi seperempat kiloan ke konsumen. Mungkin nanti saya ganti jual lele untuk ganti ikan yang tidak ada stok. Konsumen di desa itu tidak suka ikan yang dibekukan, lebih senang yang segar,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sri Astuti,45, salah satu pedagang ikan di Kota Probolinggo. Ia mengaku semakin kesulitan mendapatkan pasokan ikan segar. “Biasanya untuk ikan tongkol datang dari Puger, Jember. Tetapi, sekarang tidak ada stok. Di Puger, ombak tinggi, jadi nelayn tidak melaut,” ujarnya.

Sri mengaku memiliki stok ikan yang sudah dibekukan. Namun, biasanya yang pesan dari rumah makan. “Kalau konsumen perorangan jarang beli ikan yang dibekukan. Karena tidak segar itu,” ujarnya. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/