alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Museum Rasulullah Tak Sharing Retribusi-Biaya Sewa sampai Akhir Tahun

MAYANGAN, Radar Bromo – Jadi sorotan DPRD, bahkan Sekda Kota Probolinggo sempat mengatakan ditutup sementara, namun Museum Rasulullah ternyata tetap buka, Jumat (13/11).

Steering commite (SC) Indonesia Merindu (IM) sebagai pihak ketiga pengelola Museum Rasulullah, Taufik mengatakan, pihaknya belum mendapat perintah apapun untuk menutup sementara museum. Baik itu perintah tertulis, atau pun lisan.

“Jadi, hingga saat ini (Jumat, sore) kami belum menerima perintah apa pun. Baik secara tertulis ataupun lisan agar museum ditutup,” kata Taufik.

Selama beroperasi, pengunjung tetap ditarik tiket Rp 50 ribu per orang. Walaupun, ada pendapat untuk menggratiskan tiket masuk. Menurutnya, sesuai perjanjian awal, tiket masuk ke museum memang Rp 50 ribu. “Tetaplah tiket masuk Rp 50 ribu. Kan sesuai dengan perjanjian awal,” katanya.

Taufik secara gamblang lantas menjelaskan perjanjian kerja sama antara pihaknya dengan Pemkot Probolinggo. Menurutnya, tiket masuk dipotong 10 persen di awal untuk retribusi kota. Namun, hal itu tidak diterapkan saat ini. Melainkan baru tahun depan atau Januari.

Pihaknya sempat menanyakan biaya sewa yang diperlukan, serta lokasi yang akan ditempati pada pihak pemkot. Setelah dibicarakan, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menurut Taufik saat itu menilai kebijakan yang ada memberatkan investor.

“Jadi, pada waktu itu pemkot bilang bahwa sharing tiket itu 10 persen, bukan 15 persen. Juga ada biaya sewa. Wali Kota memandang hal itu memberatkan, sehingga bisa membuat investor sulit masuk. Karena itulah, ada kebijakan lain. Lalu terbitlan perjanjian bersama yang kemudian ditandatangani,” kata Taufik.

Melalui perjanjian itu, diatur selama satu tahun berjalan pihak ketiga diberi kemudahan. Yaitu, tidak membayar sewa. Juga tidak sharing retribusi sebesar 10 persen dari tiket masuk.

“Kami masuk Museum Probolinggo kan akhir bulan 10, maka kebijakan itu berlaku sampai Desember. Jadi mulai bulan 10 sampai akhir tahun nanti, tidak dikenakan sharing retribusi dan biaya sewa. Baru pada awal Januari, diterapkan biaya sewa dan sharing retribusi,” tuturnya.

Namun, lanjut Taufik, pihaknya tidak berpangku tangan. Pihaknya membiayai semua renovasi museum. Di antaranya, menambah 6 AC. Termasuk, membiayai operasional museum yang mulanya ditanggung Disdikbud.

“Jadi, Disdikbud tidak mengeluarkan biaya lagi. Semuanya ditanggung pihak IM. Mulai biaya renovasi, kebersihan, hingga biaya operasional,” bebernya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU