alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Pembongkaran Peti Jenazah Covid di Tigasan Wetan, Kerabat Di-Swab PCR

LECES, Radar Bromo Aksi pembongkaran peti jenazah pasien Covid di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, berbuntut. Jumat (13/8), Satgas Penanganan Covid-19 setempat melakukan tracing warga yang diduga terlibat dalam pembongkaran peti jenazah tersebut.

Warga yang terkait aksi pembongkaran peti jenazah pasien Covid langsung dites swab polymerase chain reaction (PCR). Namun, dari 18 orang yang dipanggil untuk tes swab PCR, hanya 9 orang yang hadir.

Warga yang tak hadir diberi batas waktu hingga hari ini. Mereka diminta datang sendiri ke Puskesmas Leces untuk mengikuti tes swab PCR.

Camat Leces Syarifuddin mengatakan, tracing dan tes swab PCR dilakukan pada keluarga pasien Covid-19 yang meninggal. Termasuk mereka yang diduga terlibat pembongkaran peti jenazah tersebut.

Tolak Pemakaman Covid, Warga Bongkar Peti Jenazah di Tigasan Wetan

Namun, sebagian warga yang menjadi sasaran tracing, tidak hadir. Ada yang karena bekerja, ada pula karena alasan lain. Tracing dan tes swab PCR dilakukan dengan pengamanan ketat. Satgas kecamatan mulai dari Polsek, Koramil, dan Saptol PP kecamatan pun dikerahkan. Swab itu digelar di rumah warga Dusun Pandansari, Desa Tigasan Wetan.

”Hasil tes PCR belum turun. Untuk warga sasaran tracing belum di-swab PCR, saya sudah minta pada keluarganya, perangkat desa untuk datang langsung ke puskesmas. Saya berikan waktu sore (kemarin, red) sampai besok pagi (hari ini, red),” tegas Camat.

Diketahui, aksi penolakan pemakaman protokol Covid kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Minggu (8/8), sejumlah warga mendadak membongkar peti jenazah pasien yang dimakamkan protokol Covid.

Jenazah pasien atas nama Saida, 34, itu dikeluarkan dari peti jenazah. Lalu dikebumikan secara biasa. Sementara peti jenazah yang hendak dibuat untuk memakamkan Saida dilempar.

Saida sendiri didiagnosis terkonfirmasi Covid-19. Dari rekam medis, Saida juga mengalami ards+pnemonia bilateral+p2103 post sc H2+riw asma. Pasien tersebut dirawat di RSUD Tongas dan hasil tes swab 6 Agustus 2021, positif.

Sementara itu, proses hukum terkait aksi pembongkaran peti jenazah Covid itu dipastikan terus berjalan. Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dari Satgas Covid Kecamatan Leces.

Menurut perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu, insiden itu terjadi di luar dugaan. Sebab, awalnya keluarga sudah menerima pemakaman dengan protokol Covid.

Nah, saat proses pemakaman, ternyata ada provokator. “Kami selesaikan dulu proses tracing, untuk memastikan kesehatan warga. Selanjutnya, proses penyidikan dilakukan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” terangnya. (mas/mie)

LECES, Radar Bromo Aksi pembongkaran peti jenazah pasien Covid di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, berbuntut. Jumat (13/8), Satgas Penanganan Covid-19 setempat melakukan tracing warga yang diduga terlibat dalam pembongkaran peti jenazah tersebut.

Warga yang terkait aksi pembongkaran peti jenazah pasien Covid langsung dites swab polymerase chain reaction (PCR). Namun, dari 18 orang yang dipanggil untuk tes swab PCR, hanya 9 orang yang hadir.

Warga yang tak hadir diberi batas waktu hingga hari ini. Mereka diminta datang sendiri ke Puskesmas Leces untuk mengikuti tes swab PCR.

Camat Leces Syarifuddin mengatakan, tracing dan tes swab PCR dilakukan pada keluarga pasien Covid-19 yang meninggal. Termasuk mereka yang diduga terlibat pembongkaran peti jenazah tersebut.

Tolak Pemakaman Covid, Warga Bongkar Peti Jenazah di Tigasan Wetan

Namun, sebagian warga yang menjadi sasaran tracing, tidak hadir. Ada yang karena bekerja, ada pula karena alasan lain. Tracing dan tes swab PCR dilakukan dengan pengamanan ketat. Satgas kecamatan mulai dari Polsek, Koramil, dan Saptol PP kecamatan pun dikerahkan. Swab itu digelar di rumah warga Dusun Pandansari, Desa Tigasan Wetan.

”Hasil tes PCR belum turun. Untuk warga sasaran tracing belum di-swab PCR, saya sudah minta pada keluarganya, perangkat desa untuk datang langsung ke puskesmas. Saya berikan waktu sore (kemarin, red) sampai besok pagi (hari ini, red),” tegas Camat.

Diketahui, aksi penolakan pemakaman protokol Covid kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Minggu (8/8), sejumlah warga mendadak membongkar peti jenazah pasien yang dimakamkan protokol Covid.

Jenazah pasien atas nama Saida, 34, itu dikeluarkan dari peti jenazah. Lalu dikebumikan secara biasa. Sementara peti jenazah yang hendak dibuat untuk memakamkan Saida dilempar.

Saida sendiri didiagnosis terkonfirmasi Covid-19. Dari rekam medis, Saida juga mengalami ards+pnemonia bilateral+p2103 post sc H2+riw asma. Pasien tersebut dirawat di RSUD Tongas dan hasil tes swab 6 Agustus 2021, positif.

Sementara itu, proses hukum terkait aksi pembongkaran peti jenazah Covid itu dipastikan terus berjalan. Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dari Satgas Covid Kecamatan Leces.

Menurut perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu, insiden itu terjadi di luar dugaan. Sebab, awalnya keluarga sudah menerima pemakaman dengan protokol Covid.

Nah, saat proses pemakaman, ternyata ada provokator. “Kami selesaikan dulu proses tracing, untuk memastikan kesehatan warga. Selanjutnya, proses penyidikan dilakukan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” terangnya. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/