alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Nekat Jualan di Area Terlarang Jalan Basuki Rahmat, 4 Timbangan PKL Diangkut

MAYANGAN, Radar Bromo – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) buah di Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, tidak semudah membalik telapak tangan. Berulang kali operasi teguran dilakukan Satpol PP, tidak membuat mereka jera. Rabu (13/7), aparat penegah peraturan daerah (perda) itu mengamankan timbangan milik sejumlah PKL.

Ada empat PKL yang kembali mendapatkan teguran. Semuanya warga luar Kota Probolinggo. Ada yang dari Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Sebelumnya mereka pernah dapat teguran dari Satpol PP pada 27 Juni 2022.

Saat itu, PKL asal Kota Probolinggo diminta untuk berjualan di areal Pasar Mangunharjo. Sementara, PKL luar kota diminta tidak berjualan di Jalan Basuk Rahmat. Tetapi, ternyata masih melanggar. Karena itu, mereka ditindak tegas. Selain timbangan, Satpol PP juga membawa keranjang.

Kepada petugas, keempat PKL itu sempat meminta agar alat dagangannya tidak dibawa dengan berjanji tidak akan mengulangi. Mereka mengaku jika sudah memiliki pelanggan tetap selama berjualan di lokasi tersebut.

“Saya berjualan di sini cuma untuk mencari makan. Di sini (Jalan Basuki Rahmat) lokasinya strategis dan ramai. Banyak masyarakat melintas di sini. Makanya saya berjualan di sini,” ujar salah seorang PKL asal Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Muhammad Choirul mengaku terpaksa menahan sejumlah peralatan jualan milik PKL. Karena mereka sudah pernah ditegur dan diminta untuk tidak berjualan di Jalan Basuki Rahmat. Tetapi, ternyata melanggar.

MAYANGAN, Radar Bromo – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) buah di Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, tidak semudah membalik telapak tangan. Berulang kali operasi teguran dilakukan Satpol PP, tidak membuat mereka jera. Rabu (13/7), aparat penegah peraturan daerah (perda) itu mengamankan timbangan milik sejumlah PKL.

Ada empat PKL yang kembali mendapatkan teguran. Semuanya warga luar Kota Probolinggo. Ada yang dari Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Sebelumnya mereka pernah dapat teguran dari Satpol PP pada 27 Juni 2022.

Saat itu, PKL asal Kota Probolinggo diminta untuk berjualan di areal Pasar Mangunharjo. Sementara, PKL luar kota diminta tidak berjualan di Jalan Basuk Rahmat. Tetapi, ternyata masih melanggar. Karena itu, mereka ditindak tegas. Selain timbangan, Satpol PP juga membawa keranjang.

Kepada petugas, keempat PKL itu sempat meminta agar alat dagangannya tidak dibawa dengan berjanji tidak akan mengulangi. Mereka mengaku jika sudah memiliki pelanggan tetap selama berjualan di lokasi tersebut.

“Saya berjualan di sini cuma untuk mencari makan. Di sini (Jalan Basuki Rahmat) lokasinya strategis dan ramai. Banyak masyarakat melintas di sini. Makanya saya berjualan di sini,” ujar salah seorang PKL asal Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Muhammad Choirul mengaku terpaksa menahan sejumlah peralatan jualan milik PKL. Karena mereka sudah pernah ditegur dan diminta untuk tidak berjualan di Jalan Basuki Rahmat. Tetapi, ternyata melanggar.

MOST READ

BERITA TERBARU

/