Petani Kabupaten Probolinggo Hampir Pakai Separo Kuota Urea-ZA

HIJAU: Seorang warga berada di sekitar areal pertanian di Kabupaten Probolinggo, beberapa waktu lalu. Sejauh ini, banyak petani di Kabupaten Probolinggo yang menggunakan pupuk urea dan ZA. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Dari lima jenis pupuk bersubsidi yang dialokasikan ke Pemkab Probolinggo, jenis urea dan ZA paling banyak diburu. Bahkan, sejauh ini penggunaan dua jenis pupuk tersebut hampir mencapai separo dari jatah yang diberikan.

Kasi Pupuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Suparlan mengatakan, permintaan pupuk jenis urea cukup tinggi. Dari alokasi 33.248 ton, telah terserap 14.866 ton. “Data terakhir yang kami punya pada April lalu, sudah terserap 14.866 ton atau 45 persen dari total kuota yang telah diberikan kepada DKPP. Tentu ini terus bertambah,” ujarnya.

Pupuk urea, menurutnya memang banyak diminati. Petani percaya urea memilki kadar air cukup tinggi, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Serta, membuat tanaman akan tumbuh dengan subur dan hijau. “Petani belajar dari pengalaman dan membandingkan dengan pupuk lain, hasilnya cukup baik untuk digunakan di lahan pertanian,” jelasnya.

Tidak hanya urea yang memiliki permintaan yang cukup tinggi. Jenis ZA juga cukup banyak peminat. Dari alokasi pupuk yang ditetapkan 13.801 ton, pada April telah terserap 6.640 ton atau mencapai 48 persen dari total kuota. “ZA juga banyak permintaan, namun kuotanya tidak sebanyak urea. Jenis ZA diyakini dapat meningkatkan kualitas tanaman, sehingga kandungan gizi dalam tanaman meningkat,” ujarnya.

Menurut Suparlan, penggunaan pupuk yang tepat dan sesuai takaran dapat membantu kualitas dan kuantitas hasil panen. Namun, jika penggunaannya tidak dapat dikontrol, justru akan menurunkan hasil panen. “Penggunaan pupuk harus dilakukan sesuai takaran, penggunaan pupuk secara berlebihan justru akan menurunkan kualitas dan kuantitas panen. Dengan penggunaan pupuk yang baik, semoga ketahanan pangan dapat terwujud,” harapnya.

Diketahui, tahun ini Pemkab Probolinggo mendapatkan jatah pupuk bersubsidi cukup banyak. Di antaranya, pupuk urea mendapat 33.248 ton; ZA sebanyak 13.801 ton; SP-36 sebanyak 4.261 ton; NPK 23.013 ton; dan 13.477 ton pupuk organik. (ar/rud)