alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Cegah PMK, Batasi Distribusi Jual-Beli Hewan Ternak

MAYANGAN, Radar Bromo– Merebaknya wabah penyakit mata dan kuku (PMK) pada sapi membuat Pemkot Probolinggo membatasi distribusi jual beli hewan ternak. Meski Pasar Hewan tetap buka, namun ternak hanya boleh yang berasal dari Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo Aries Santoso mengungkapkan, sejauh ini belum ditemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK di kota. Namun, sesuai permintaan Pemprov Jatim, pihaknya membatasi lalu lintas ternak keluar kota.

Sejak Kamis (12/5), Pemkot mengeluarkan surat lalu lintas ternak keluar kota. Dalam surat ini diberitahukan bahwa Kota Probolinggo hanya menerima hewan ternak dari Kabupaten Probolinggo. Namun, untuk keluar sudah tidak diperbolehkan.

“Semua kabupaten dan kota telah membatasi keluar masuk ternak. Kalau masuk masih boleh, namun hanya di sekitar saja. Tapi, untuk distribusi keluar sudah tidak boleh demi keamanan,” ungkapnya.

Aries menjelaskan, saat ini wabah itu belum memberikan dampak pada harga jual ternak di Kota Probolinggo. Termasuk harga jual daging sapi yang masih di angka Rp 130 ribu per kilogram. Namun, jika lalu lintas ternak dibatasi seperti saat ini, maka cepat lambat harga akan turun.

“Belum berdampak, tapi tentunya bisa berubah pada akhirnya. Kami minta peternak untuk bersabar. Pembatasan ini juga untuk kebaikan mereka,” sebut Aries.

 

Tidak Boleh Keluar Provinsi

Sementara itu, sapi para peternak atau pedagang dari Kabupaten Probolinggo dilarang keluar provinsi. Sebab, Kabupaten Probolinggo termasuk daerah tertular PMK.

MAYANGAN, Radar Bromo– Merebaknya wabah penyakit mata dan kuku (PMK) pada sapi membuat Pemkot Probolinggo membatasi distribusi jual beli hewan ternak. Meski Pasar Hewan tetap buka, namun ternak hanya boleh yang berasal dari Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo Aries Santoso mengungkapkan, sejauh ini belum ditemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK di kota. Namun, sesuai permintaan Pemprov Jatim, pihaknya membatasi lalu lintas ternak keluar kota.

Sejak Kamis (12/5), Pemkot mengeluarkan surat lalu lintas ternak keluar kota. Dalam surat ini diberitahukan bahwa Kota Probolinggo hanya menerima hewan ternak dari Kabupaten Probolinggo. Namun, untuk keluar sudah tidak diperbolehkan.

“Semua kabupaten dan kota telah membatasi keluar masuk ternak. Kalau masuk masih boleh, namun hanya di sekitar saja. Tapi, untuk distribusi keluar sudah tidak boleh demi keamanan,” ungkapnya.

Aries menjelaskan, saat ini wabah itu belum memberikan dampak pada harga jual ternak di Kota Probolinggo. Termasuk harga jual daging sapi yang masih di angka Rp 130 ribu per kilogram. Namun, jika lalu lintas ternak dibatasi seperti saat ini, maka cepat lambat harga akan turun.

“Belum berdampak, tapi tentunya bisa berubah pada akhirnya. Kami minta peternak untuk bersabar. Pembatasan ini juga untuk kebaikan mereka,” sebut Aries.

 

Tidak Boleh Keluar Provinsi

Sementara itu, sapi para peternak atau pedagang dari Kabupaten Probolinggo dilarang keluar provinsi. Sebab, Kabupaten Probolinggo termasuk daerah tertular PMK.

MOST READ

BERITA TERBARU

/