alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Harus Bayar Bunga 5,3 Persen, Pemkab Probolinggo Revisi Pinjaman

DRINGU, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo harus menyusun ulang pengajuan dana pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sebab, ada perubahan bunga dana pinjaman kepada pihak tiga tersebut. Tahun lalu bunga dana pinjaman nol persen, namun tahun ini ternyata ada bunga 5,3 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, ada perubahan ketentuan tingkat suku bunga pinjaman berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan. Hal itu diketahui usai Webinar Bimtek Level Eksekutif tentang Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Daerah untuk Pemulihan Ekonomi Daerah, Maret lalu.

“Sekarang dana pinjaman ada bunganya. Untuk PEN daerah, kami tetap mengajukan dana pinjaman dengan jangka waktu 3 tahun. Bunganya sebesar 5,3 persen,” ujarnya.

Dewi mengatakan, permohonan Pinjaman PEN Daerah untuk tahun ini sudah diajukan pada 7 Agustus 2020. Karena ada perubahan suku bunga, harus disesuaikan dengan ketentuan baru. Namun, nilai permohonan dana pinjamannya tetap sekitar Rp 128 miliar. Kini, tinggal mengubah berkas permohonan dan pengajuan kembali ke PT SMI.

“Hasil diskusi dengan Badan Keuangan Daerah dan OPD teknis, kami bersepakat jangka waktu yang paling memungkinkan untuk Pinjaman PEN Daerah tahun ini 3 tahun. Pertimbangannya, kemampuan daerah dan nilai DSCR (Debt-Service Coverage Ratio) yang sudah memenuhi ketentuan,” jelasnya.

DSCR merupakan pengukuran arus kas perusahaan yang tersedia untuk membayar kewajiban utang saat ini. Soal penundaan kegiatan Pemkab yang bersumber dana pinjaman, Dewi tidak menampiknya. Menurutnya, dana pinjaman miliar rupiah itu akan digunakan untuk sejumlah kegiatan belanja tahun ini.

Hampir semuanya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan. Karena belum cair, pihaknya menunda sejumlah kegiatan tersebut. “Kami tidak ingin kegiatan yang direncankaan dari dana pinjaman dikerjakan, tapi ternyata dalam perjalannya dananya tidak disetujui,” ujarnya. (mas/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo harus menyusun ulang pengajuan dana pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sebab, ada perubahan bunga dana pinjaman kepada pihak tiga tersebut. Tahun lalu bunga dana pinjaman nol persen, namun tahun ini ternyata ada bunga 5,3 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, ada perubahan ketentuan tingkat suku bunga pinjaman berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan. Hal itu diketahui usai Webinar Bimtek Level Eksekutif tentang Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Daerah untuk Pemulihan Ekonomi Daerah, Maret lalu.

“Sekarang dana pinjaman ada bunganya. Untuk PEN daerah, kami tetap mengajukan dana pinjaman dengan jangka waktu 3 tahun. Bunganya sebesar 5,3 persen,” ujarnya.

Dewi mengatakan, permohonan Pinjaman PEN Daerah untuk tahun ini sudah diajukan pada 7 Agustus 2020. Karena ada perubahan suku bunga, harus disesuaikan dengan ketentuan baru. Namun, nilai permohonan dana pinjamannya tetap sekitar Rp 128 miliar. Kini, tinggal mengubah berkas permohonan dan pengajuan kembali ke PT SMI.

“Hasil diskusi dengan Badan Keuangan Daerah dan OPD teknis, kami bersepakat jangka waktu yang paling memungkinkan untuk Pinjaman PEN Daerah tahun ini 3 tahun. Pertimbangannya, kemampuan daerah dan nilai DSCR (Debt-Service Coverage Ratio) yang sudah memenuhi ketentuan,” jelasnya.

DSCR merupakan pengukuran arus kas perusahaan yang tersedia untuk membayar kewajiban utang saat ini. Soal penundaan kegiatan Pemkab yang bersumber dana pinjaman, Dewi tidak menampiknya. Menurutnya, dana pinjaman miliar rupiah itu akan digunakan untuk sejumlah kegiatan belanja tahun ini.

Hampir semuanya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan. Karena belum cair, pihaknya menunda sejumlah kegiatan tersebut. “Kami tidak ingin kegiatan yang direncankaan dari dana pinjaman dikerjakan, tapi ternyata dalam perjalannya dananya tidak disetujui,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/