alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Tiga Makam di Kota Probolinggo Ditarget Sumbang Rp 60 Juta

MAYANGAN, Radar Bromo- Target retribusi tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Probolinggo, tahun lalu tidak tercapai. Namun, tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo berani menaikkan targetnya. Hingga mencapai Rp 60 juta. DLH optimistis targetnya bisa terlampaui.

Kepala DLH Kota Probolinggo Rahma Deta Antariksa mengatakan, target retribusi pemakaman tahun ini dinaikkan menjadi Rp 60 juta. Atau, naik Rp 10 juta dibanding tahun lalu.

Sejauh ini ada tiga TPU yang dikelola pemkot. Di antaranya TPU Kristen Angguran, TPU China di Kecamatan Wonoasih, dan TPU Kopian Barat. Jumlahnya tidak berubah. Tahun lalu realisasi retribusinya hanya tercapai Rp 45 juta.

“Tahun lalu memang tidak mencapai target. Selama setahun retribusi pemakaman hanya tercapai 90 persen dari target,” katanya.

Deta menjelaskan, kenaikan target ini didasarkan pada banyaknya masyarakat yang membutuhkan makam. Potensi inilah yang ingin dikeruk pemkot. Apalagi luasan makam yang tersedia juga semakin minim.

Penarikan retribusi yang dilakukan kepada pihak keluarga sama untuk ketiga TPU. Mereka dikenakan Rp 100 ribu per tahun. Retribusi ini digunakan untuk merawat makam dan untuk menyediakan lahan makam baru.

“Biaya retribusi yang dikenakan pihak keluarga tidak mahal. Hanya Rp 100 ribu untuk setiap makam per tahun,” jelas Deta. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Target retribusi tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Probolinggo, tahun lalu tidak tercapai. Namun, tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo berani menaikkan targetnya. Hingga mencapai Rp 60 juta. DLH optimistis targetnya bisa terlampaui.

Kepala DLH Kota Probolinggo Rahma Deta Antariksa mengatakan, target retribusi pemakaman tahun ini dinaikkan menjadi Rp 60 juta. Atau, naik Rp 10 juta dibanding tahun lalu.

Sejauh ini ada tiga TPU yang dikelola pemkot. Di antaranya TPU Kristen Angguran, TPU China di Kecamatan Wonoasih, dan TPU Kopian Barat. Jumlahnya tidak berubah. Tahun lalu realisasi retribusinya hanya tercapai Rp 45 juta.

“Tahun lalu memang tidak mencapai target. Selama setahun retribusi pemakaman hanya tercapai 90 persen dari target,” katanya.

Deta menjelaskan, kenaikan target ini didasarkan pada banyaknya masyarakat yang membutuhkan makam. Potensi inilah yang ingin dikeruk pemkot. Apalagi luasan makam yang tersedia juga semakin minim.

Penarikan retribusi yang dilakukan kepada pihak keluarga sama untuk ketiga TPU. Mereka dikenakan Rp 100 ribu per tahun. Retribusi ini digunakan untuk merawat makam dan untuk menyediakan lahan makam baru.

“Biaya retribusi yang dikenakan pihak keluarga tidak mahal. Hanya Rp 100 ribu untuk setiap makam per tahun,” jelas Deta. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/