alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Dua Wilayah Rawan Longsor Ini Masih Terus Dipantau

DRINGU, Radar Bromo – Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, hingga kini masih cukup tinggi. Sepekan belakangan kejadian tanah longsor terjadi. Dua wilayah kejadian terus dipantau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai bencana hidrometeorologi. Pasalnya curah hujan yang sebelumnya diprediksi akan berkurang di awal Maret, rupanya belum menunjukkan penurunan. Wilayah potensi terjadinya banjir, angin dan cuaca ekstrem, serta tanah longsor terus dipantau.

“Anomali cuaca tidak bisa diterka. Hanya saja harus siap untuk melakukan upaya pertolongan sekaligus evakuasi saat terjadi bencana,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga.

Ia menjelaskan jika pada pekan ini terhitung sejak Minggu (6/3) sampai Sabtu (12/3), bencana tanah longsor lebih diwaspadai. Pasalnya telah terjadi pada 2 lokasi yang berbeda yakni Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris. Material longsor di wilayah ini menimpa sebuah warung yang berkonstruksi semi permanen. Sementara di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, longsor menyebabkan tertimbunnya ruas jalan menuju wisata Gunung Bromo.

“Bencana longsor lebih dominan. Eakuasi di Kecamatan Tiris dilakukan oleh warga setempat. Sementara di Sukapura evakuasi dilakukan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Sugeng menambahkan, sejak Januari hingga Sabtu (12/3) telah tejadi 69 kejadian bencana yang melanda Kabupaten Probolinggo. Puluhan bencana yang terjadi diantaranya adalah 30 kejadian angin kencang; 21 kejadian banjir; longsor sebanyak 15 kejadian.

“Wilayah-wilayah yang pernah terjadi bencana masih kami pantau. Khususnya saat hujan mulai turun. Komunikasi dengan relawan yang ada di lapangan dilakukan secara intens untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan,” pungkasnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Curah hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, hingga kini masih cukup tinggi. Sepekan belakangan kejadian tanah longsor terjadi. Dua wilayah kejadian terus dipantau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai bencana hidrometeorologi. Pasalnya curah hujan yang sebelumnya diprediksi akan berkurang di awal Maret, rupanya belum menunjukkan penurunan. Wilayah potensi terjadinya banjir, angin dan cuaca ekstrem, serta tanah longsor terus dipantau.

“Anomali cuaca tidak bisa diterka. Hanya saja harus siap untuk melakukan upaya pertolongan sekaligus evakuasi saat terjadi bencana,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga.

Ia menjelaskan jika pada pekan ini terhitung sejak Minggu (6/3) sampai Sabtu (12/3), bencana tanah longsor lebih diwaspadai. Pasalnya telah terjadi pada 2 lokasi yang berbeda yakni Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris. Material longsor di wilayah ini menimpa sebuah warung yang berkonstruksi semi permanen. Sementara di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, longsor menyebabkan tertimbunnya ruas jalan menuju wisata Gunung Bromo.

“Bencana longsor lebih dominan. Eakuasi di Kecamatan Tiris dilakukan oleh warga setempat. Sementara di Sukapura evakuasi dilakukan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Sugeng menambahkan, sejak Januari hingga Sabtu (12/3) telah tejadi 69 kejadian bencana yang melanda Kabupaten Probolinggo. Puluhan bencana yang terjadi diantaranya adalah 30 kejadian angin kencang; 21 kejadian banjir; longsor sebanyak 15 kejadian.

“Wilayah-wilayah yang pernah terjadi bencana masih kami pantau. Khususnya saat hujan mulai turun. Komunikasi dengan relawan yang ada di lapangan dilakukan secara intens untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/