alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Daop 9 Kian Intens Lakukan Perawatan Rel di Musim Hujan

TONGAS, Radar Bromo – Tiap kali musim hujan, petugas stasiun kereta api lebih intens melakukan pengecekan api hingga pemeliharaan rel kereta api (KA). Sebab, di musim hujan, perlintasan KA memang lebih rentan akan bahaya.

Seperti yang dilakukan Jumat (13/3) di lintasan Surabaya-Jember, tepatnya pada lintasan kereta api masuk Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Saat itu sejumlah petugas terlihat mengecek dan membenahi rel.

Manajer humas PT KAI Daerah Operasi (DAOP) 9 Jember Mahendro Trang Bawono mengatakan, saat ini pihaknya memang sedang melakukan pemeliharaan di sembilan Daopnya. Yakni, Pasuruan, Probolinggo, Leces, Klakah, Jatiroto, Jember, Kalisat, Kalibaru, Banyuwangi.

“Untuk pemeliharaan rel KA yang ada di Jalan Raya Tambak Rejo itu masuk pada resort Probolinggo, termasuk wilayah kami. Saat ini memang dilakukan pemeliharaan. Saat musim hujan kami lebih fokus pada daerah rawan bencana, seperti Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi,” ujarnya Jumat (13/3).

Menurut Mahendro -sapaan akrabnya-, pemeliharaan yang dilakukan masuk pada kategori perawatan siklus. Pemeliharaan ini mengikuti apa yang perlu dirawat. Sedangkan perawatan yang dilakukan pada rel KA masuk Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Tongas itu adalah pelat sambungan.

Nah, untuk pelat sambungan sendiri biasanya dilakukan delapan kali dalam setahun. Sedangkan untuk pemeliharaan di setiap resort berbeda,” ujarnya.

Menurut Mahendro, sebenarnya perawatan jalur itu sangat penting. Terlepas dari musim hujan atau kemarau. Namun, saat musim hujan, memang ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada jalur perlintasan KA.

Langkah-langkah meminimalisasi gangguan akibat bencana maupun cuaca buruk salah satunya menempatkan petugas penjaga daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang. Menyiapkan alat dan material siaga berupa karung, chainsaw ataupun golok. Saat hujan deras durasi lebih dari 30 menit, petugas posko mengecek titik-titik yang teridentifikasi daerah rawan.

“Khusus wilayah banjir Pasuruan (Kraton), berkoordinasi dengan Resort Malang terkait informasi banjir kiriman. Jadi, langkah antisipasi terus dilakukan guna menjaga jalur rel kereta api tidak mengalami gangguan,” pungkasnya. (mg1/fun)

TONGAS, Radar Bromo – Tiap kali musim hujan, petugas stasiun kereta api lebih intens melakukan pengecekan api hingga pemeliharaan rel kereta api (KA). Sebab, di musim hujan, perlintasan KA memang lebih rentan akan bahaya.

Seperti yang dilakukan Jumat (13/3) di lintasan Surabaya-Jember, tepatnya pada lintasan kereta api masuk Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Saat itu sejumlah petugas terlihat mengecek dan membenahi rel.

Manajer humas PT KAI Daerah Operasi (DAOP) 9 Jember Mahendro Trang Bawono mengatakan, saat ini pihaknya memang sedang melakukan pemeliharaan di sembilan Daopnya. Yakni, Pasuruan, Probolinggo, Leces, Klakah, Jatiroto, Jember, Kalisat, Kalibaru, Banyuwangi.

“Untuk pemeliharaan rel KA yang ada di Jalan Raya Tambak Rejo itu masuk pada resort Probolinggo, termasuk wilayah kami. Saat ini memang dilakukan pemeliharaan. Saat musim hujan kami lebih fokus pada daerah rawan bencana, seperti Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi,” ujarnya Jumat (13/3).

Menurut Mahendro -sapaan akrabnya-, pemeliharaan yang dilakukan masuk pada kategori perawatan siklus. Pemeliharaan ini mengikuti apa yang perlu dirawat. Sedangkan perawatan yang dilakukan pada rel KA masuk Jalan Raya Tambakrejo, Kecamatan Tongas itu adalah pelat sambungan.

Nah, untuk pelat sambungan sendiri biasanya dilakukan delapan kali dalam setahun. Sedangkan untuk pemeliharaan di setiap resort berbeda,” ujarnya.

Menurut Mahendro, sebenarnya perawatan jalur itu sangat penting. Terlepas dari musim hujan atau kemarau. Namun, saat musim hujan, memang ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada jalur perlintasan KA.

Langkah-langkah meminimalisasi gangguan akibat bencana maupun cuaca buruk salah satunya menempatkan petugas penjaga daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang. Menyiapkan alat dan material siaga berupa karung, chainsaw ataupun golok. Saat hujan deras durasi lebih dari 30 menit, petugas posko mengecek titik-titik yang teridentifikasi daerah rawan.

“Khusus wilayah banjir Pasuruan (Kraton), berkoordinasi dengan Resort Malang terkait informasi banjir kiriman. Jadi, langkah antisipasi terus dilakukan guna menjaga jalur rel kereta api tidak mengalami gangguan,” pungkasnya. (mg1/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/