alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Awal Tahun, Dinkes Kota Probolinggo Baru Fogging 2 Kelurahan

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Adanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak lantas bisa dilakukan fogging atau pengasapan di lokasi penderita DBD. Sepanjang tahun 2020 baru 2 kelurahan yang dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB).

“Untuk tahun 2020 baru 2 kelurahan, Sukabumi dan Jati. Tidak semua laporan kasus DBD bisa dilakukan fogging,” ujar Nyamiati Ningsih, kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit.

Menurut dia, fogging adalah insektisida, sehingga tidak bisa dilakukan dengan bebas. Ada ketentuan yang harus dilalui sebelum suatu kawasan dilakukan fogging.

Nyamiati menjelaskan, bahwa meskipun sudah ada laporan kasus DBD, tim dari puskesmas setempat harus memeriksa terlebih dahulu untuk memastikan sudah terpenuhi atau tidak perlu dilakukan fogging. “Pertama ada laporan kejadian DBD di lokasi tersebut. Kemudian, ada atau tidak minimal 3 anak yang mengalami demam, tidak harus DBD. Demam biasa juga harus dipastikan,” jelasnya.

Kemudian tim juga harus memastikan bahwa di lokasi tersebut apakah tempat-tempat penampungan air masih ada atau tidak jentik nyamuk. “Jika angka bebas jentik nyamuk kurang dari 90 persen, maka bisa dilakukan fogging. Tapi sebelum dilakukan fogging, tempat-tempat yang ada jentik nyamuk harus dibersihkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pembersihan jentik nyamuk ini harus dilakukan agar jentik nyamuk ini tidak berkembang menjadi nyamuk. Fogging hanya efektif membunuh nyamuk yang telah dewasa.

“Tetap cara paling efektif untuk pemberantasan DBD adalah melalui gerakan 4M plus. Kalau fogging hanya membunuhkan nyamuk yang telah dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak,” terangnya.

Mantan Kasie Promosi Kesehatan ini menjelaskan bahwa 4 M plus ini terdiri atas menutup tempat penampungan air, mengubur tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, dan mendaur ulang tempat penampungan air.

“Kalau plus-nya ini bisa ditambah dengan menggunakan lotion antinyamuk, memelihara ikan cupang untuk membunuh jentik nyamuk, maupun menggunakan tanaman antinyamuk,” ujarnya. (put/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Adanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak lantas bisa dilakukan fogging atau pengasapan di lokasi penderita DBD. Sepanjang tahun 2020 baru 2 kelurahan yang dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB).

“Untuk tahun 2020 baru 2 kelurahan, Sukabumi dan Jati. Tidak semua laporan kasus DBD bisa dilakukan fogging,” ujar Nyamiati Ningsih, kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit.

Menurut dia, fogging adalah insektisida, sehingga tidak bisa dilakukan dengan bebas. Ada ketentuan yang harus dilalui sebelum suatu kawasan dilakukan fogging.

Nyamiati menjelaskan, bahwa meskipun sudah ada laporan kasus DBD, tim dari puskesmas setempat harus memeriksa terlebih dahulu untuk memastikan sudah terpenuhi atau tidak perlu dilakukan fogging. “Pertama ada laporan kejadian DBD di lokasi tersebut. Kemudian, ada atau tidak minimal 3 anak yang mengalami demam, tidak harus DBD. Demam biasa juga harus dipastikan,” jelasnya.

Kemudian tim juga harus memastikan bahwa di lokasi tersebut apakah tempat-tempat penampungan air masih ada atau tidak jentik nyamuk. “Jika angka bebas jentik nyamuk kurang dari 90 persen, maka bisa dilakukan fogging. Tapi sebelum dilakukan fogging, tempat-tempat yang ada jentik nyamuk harus dibersihkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pembersihan jentik nyamuk ini harus dilakukan agar jentik nyamuk ini tidak berkembang menjadi nyamuk. Fogging hanya efektif membunuh nyamuk yang telah dewasa.

“Tetap cara paling efektif untuk pemberantasan DBD adalah melalui gerakan 4M plus. Kalau fogging hanya membunuhkan nyamuk yang telah dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak,” terangnya.

Mantan Kasie Promosi Kesehatan ini menjelaskan bahwa 4 M plus ini terdiri atas menutup tempat penampungan air, mengubur tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, dan mendaur ulang tempat penampungan air.

“Kalau plus-nya ini bisa ditambah dengan menggunakan lotion antinyamuk, memelihara ikan cupang untuk membunuh jentik nyamuk, maupun menggunakan tanaman antinyamuk,” ujarnya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/