alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

“The Killers” Tutup Usia, Ini Deretan Lawan yang Pernah Dilawannya

MAYANGAN, Radar Bromo – Probolinggo kembali harus kehilangan tokoh besarnya. Ini setelah Bambang Mugiarso tutup usia. Salah satu mantan atlet tinju legendaris kebanggaan Probolinggo yang pernah dijuluki “The Killers” tersebut, meninggal dunia di usianya yang ke 48 tahun.

Bugiarso adalah sebutan lain The Killers. Pria kelahiran Lumajang, 14 April 1972 itu meninggal pasca menderita sesak napas dan asam lambung. Bugiarso dinyatakan meninggal Rabu (13/1) pukul 05.00 di kediamannya yang ada di Jalan MT Haryono GG 4, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Dok. Radar Bromo

Kemarin jenazah almarhum dimakamkan di TPU setempat. Banyak petakziah yang mengantarkan kepergian terakhirnya. Mayoritas adalah keluarga, kerabat, warga, hingga rekan-rekannya saat masih aktif di ring tinju dahulu.

 

Saat Jawa Pos Radar Bromo mendatangi rumah duka, tampak Leni Vera , 44, istri almarhum, menyalami sejumlah kerabat almarhum yang datang untuk belasungkawa. Menurut perempuan tiga anak itu, Bugiarso meninggal setelah sempat mengalami sesak napas dan juga asam lambung yang pernah dideritanya.

“Sebelum menikah dulu, almarhum memang pernah punya asam lambung, tapi sudah sembuh,” kata Leni.

Di Sasana Akas, Karir Bugiarso “The Killers” Melejit

Bahkan, Desember lalu, Bugiarso sempat tumbang. Sehingga, Bugiarso diperiksakan ke salah satu dokter yang ada di Probolinggo. “Hasil pemeriksaan pada tanggal 31 Desember lalu katanya asam lambungnya tinggi dan juga sesak napas,” beber Leni.

Jauh sebelum itu, lanjut ibu tiga anak tersebut, Juni 2020 suaminya pernah mengalami stroke ringan. Beruntung penyakitnya itu sembuh, setelah Bugiarso berjuang untuk sehat kembali

“Dari dulu saya kenal dengan suami saya, merupakan orang yang pantang menyerah,” bebernya.

Leni menyebutkan, nama Bugiarso merupakan nama panggung suaminya. Yang dia paling kenang dari Bugiarso adalah saat mendapatkan sabuk dalam laga PAN Asian Boxing Association. Saat itu suaminya melawan SM Alexander Park dari Rusia, untuk memperebutkan sabuk tersebut.

“Saya lupa tahun berapa, saat itu suami saya melawan SM Alexander Park,” ungkap Leni sembari mengusap air matanya.

Leni menyebut, suaminya memiliki 5 saudara kandung. Semuanya laki-laki dan tinggal di Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Bugiarso mulai tinggal di Probolinggo tahun 1990-an. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU