alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Proyek TPA Regional di Kab Probolinggo Sulit Andalkan Investor

LUMBANG,Radar Bromo – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Terpadu di Kabupaten Probolinggo, tampaknya sulit terealisasi bila hanya mengandalkan investor. Sebab, sampai akhir 2020, tidak ada pihak swasta yang tertarik untuk berinvestasi membangunnya. Karenanya, pembangunannya diajukan menggunakan APBN.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, lahan untuk pembangunan TPA Regional di Desa Purut, Kecamatan Lumbang, siap dibebaskan. Namun, sampai kemarin belum ada pihak swasta yang tertarik untuk berinvestasi untuk membangunnya.

“Rencana awal TPA Regional itu akan dibangun menggunakan pihak ketiga atau pihak swasta. Tapi, ternyata sampai Desember akhir 2020, tidak ada pihak swasta yang tertarik dan siap,” ujar pria yang akrab disapa Joko tersebut.

Kebutuhan anggaran pembangunan TPA regional ini memang cukup besar. Diperkirakan butuh sekitar Rp 200 miliar. Dana ini sudah termasuk pembebasan lahan dan pembangunannya. Sedangkan, APBD Kabupaten Probolinggo dipastikan tidak mampu membiayainya.

Karenanya, Pemprov Jawa Timur juga menyepakati untuk dikembalikan ke Pemerintah Pusat. “Karena tidak ada pihak swasta yang tertarik, diputuskan untuk dikembalikan ke Pusat. Supaya diajukan pembangunan dari sumber APBN,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Probolinggo mengajukan anggaran sekitar Rp 200 miliar ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan TPA regional tersebut. Dalam pengajuannya, TPA regional itu akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU