alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Batasi Pelayanan, Harus Rela Antre di MPP Probolinggo

MAYANGAN,Radar Bromo – Demi melengkapi administrasi kependudukannya, puluhan warga Kota Probolinggo berebut datang lebih awal ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Probolinggo. Alasannya, khawatir tidak mendapatkan nomor antrean yang dibatasi hanya 100 orang.

Seperti diungkapkan Siti Fatmawati, 33, warga Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Kemarin, Siti mengaku sampai di MPP sekitar pukul 06.30 agar bisa mendapatkan nomor antrean. Mengingat, pada masa pandemi Covid-19, ada surat edaran baru tentang pembatasan jumlah pelayanan di MPP.

Pembatasan jumlah pelayanan itu khusus untuk pelayanan loket kependudukan dan catatan sipil. “Saya sempat ke sini sekitar pukul 10.00, tapi kata petugasnya nomor antreanya sudah habis. Soalnya, dibatasi hanya 100 orang. Makanya saya datang pagi agar kebagian nomor antrean,” ujar ibu yang mengaku hendak mengurus akta lahir anaknya itu.

Adanya pembatasan pelayanan ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kota Probolinggo Sri Lestari. Menurutnya, pelayanan di MPP dibatasi mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00. Pembatasan itu setelah Pemkot Probolinggo memberlakukan work from home (WFH).

Namun, karena pemohon atau pengunjung pelayanan kependudukan dan catatan sipil sering membeludak, maka dilakukan pembatasan. “Jadi yang dibatasi hanya dukcapil saja. Untuk pelayanan yang lain tidak, soalnya jumlah pengunjungnya juga tidak banyak,” jelas Sri.

Hal senada diungkapkan Kasi Identitas Penduduk Dispenduk Capil Kota Probolinggo Agustin. Menurutnya, adanya pembatasan layanan itu berdasarkan surat edaran Wali Kota Probolinggo, tanggal 30 Desember 2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dan Non-ASN dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Kebijakan ini dilakukan sejak Selasa (5/1) sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

“Untuk hari Senin sampai Kamis dibatasi 100 pemohon. Hari Jumat dibatasi 50 pemohon,” ujarnya. Dengan demikian, jumlah pengunjung di MPP tidak terlalu banyak. Serta, masih memiliki ruang untuk diberlakukan physical distancing. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU