Bolos, 19 Pelajar di Probolinggo Diciduk, 1 Simpan Video Porno    

KANIGARAN, Radar BromoTidak hanya kedapatan bolos. Seorang pelajar di Kota Probolinggo juga kedapatan menyimpan video porno di HP miliknya. Hal itu diketahui usai petugas Satpol PP Kota Probolinggo menggelar razia, Selasa (14/1).

Tidak sendirian, pelajar sebuah SMK di kota ini diamankan bersama 18 pelajar yang lain. Mereka juga para pelajar SMK. Ada yang berasal dari SMK negeri, ada pula yang berasal dari SMK swasta.

Mereka semua diamankan karena kedapatan membolos atau berada di luar sekolah saat jam pelajaran. Ada tiga titik yang jadi tempat mereka mangkal saat bolos. Yaitu, di Kelurahan Sukabumi, Kelurahan Jrebeng Lor, dan Kelurahan Wonoasih.

Oleh petugas Satpol PP, 19 pelajar ini dibawa ke kantor. Mereka diberi sanksi berupa pembinaan latihan baris berbaris dan nilai-nilai kebangsaan. Ada yang diminta menghafalkan Pancasila, ada juga yang diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Salah satu pelajar yang diamankan petugas Satpol PP adalah KL, siswa kelas 3 salah satu SMK negeri di Kota Probolinggo. KL mengaku baru pertama kali membolos. Namun, langsung kena razia Satpol PP.

“Saya terlambat ke sekolah. Gerbang ditutup pukul 06.30, saya sampai pukul 06.48. Akhirnya ya dak masuk sekolah,” ujarnya.

“Ini juga pertama kali saya dibawa Satpol PP. Kapok ndak mau lagi,” tambahnya.

Hendra Kusuma, Kasie Ops Trantibum Satpol PP Kota Probolinggo menjelaskan, Satpol PP telah mengamankan 19 pelajar yang membolos. Mereka diamankan dari warung yang ada di tiga kelurahan.

“Di saat jam sekolah mereka ada di warung yang ada di Kelurahan Sukabumi, Kelurahan Jrebeng Lor, dan Kelurahan Wonoasih. Akhirnya kami bawa ke kantor Satpol PP untuk mendapat pembinaan,” ujarnya.

Dari sejumlah pengakuan pelajar, Hendra menyebutkan ada berbagai alasan bolos yang mereka kemukakan. Ada yang sengaja membolos, namun ada juga yang beralasan terlambat ke sekolah.

“Tadi juga diperiksa HP yang dibawa pelajar ini. Ada yang menyimpan video porno. Setelah ditanya itu kiriman dari temannya,” ujarnya.

Pelajar yang menyimpan video porno ini pun diberi sanksi pembinaan juga. “Kami beri sanksi pembinaan. Termasuk juga push up dan kami memanggil pihak sekolah ke sini,” tambahnya. (put/hn)