alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Dapat Hadiah Kelahiran Anak, Wali Kota Probolinggo Lapor KPK

MAYANGAN,Radar BromoMenjadi pejabat publik tidak bisa secara sembarangan menerima hadiah dari masyarakat, termasuk keluarga. Seperti dialami Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, yang mendapatkan hadiah karena kelahiran anaknya. Karenanya, dia melaporkan pemberian hadiah itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini diungkapkan Inspektur Kota Probolinggo, Tartib Goenawan. Menurutnya, setelah mendapatkan barang yang merupakan hadiah untuk Wali Kota, pihaknya langsung berkoordinasi dan melakukan klarifikasi dengan KPK.

“Koordinasi dilakukan secara online melalui website KPK RI. Setelah dikaji oleh KPK RI, tujuh item itu diusulkan menjadi milik Wali Kota,” ujarnya, kemarin.

Setelah diproses sejak 10 Agustus 2020, akhirnya Senin (12/10), dilakukan penandatanganan berita acara pengembalian dari Sekretariat Gratifikasi Inspektorat ke Wali Kota Probolinggo. Lebih dari empat jenis barang yang dikembalikan. Seperti gelang emas bayi; minyak pijat bayi 3 paket; tas bayi, kursi bayi, tempat tidur bayi, dan kereta dorong.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, meski hadiah itu sifatnya pribadi untuk anaknya, karena jabatan wali kota melekat padanya, maka harus dilalui prosedur pelaporan ke KPK.

“Hadiah ini memang pribadi untuk anak saya. Tetapi, karena jabatan ini melekat, maka tidak bisa dipisahkan dari kepentingan yang ada. Tidak hanya ini, termasuk ketika Idul Fitri ada pemberian parsel, maka diserahkan ke Inspektorat,” jelasnya.

Hadi menjelaskan, dengan adanya hadiah atas kelahiran anak keempat ini, sebagai pejabat publik, wajib melaporkan ke KPK, karena pemberian itu masuk kategori gratifikasi. “Kami menyerahkan ke Inspektorat. Sudah diambil langkah-langkah sesuai tupoksinya. Barang-barang ini sudah dikonsultasikan ke KPK. Atas rekomendasi KPK untuk diserahkan kembali,” jelasnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU