alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Friday, 24 September 2021

Tempat Wisata di Kota Probolinggo Tunggu Level 2 untuk Kembali Buka

KANIGARAN, Radar Bromo – Destinasi wisata di Kota Probolinggo masih belum beroperasi. Namun, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) sudah pasang kuda-kuda untuk membukanya. Namun, masih menunggu status PPKM-nya turun ke level 2.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengatakan, setelah PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM berlevel, sejumlah destinasi wisata ditutup. Kebijakan ini sangat berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Wisata di kota yang dikelola pemerintah ada TWSL, Kolam Renang Olimpic di GOR Mastrip, dan Kolam Renang TRA. Sementara, untuk yang dikelola swasta ada BJBR dan yang dikelola masyarakat ada Pantai Permata,” ujarnya.

Menurutnya, wisata yang dikelola pemerintah PAD-nya turun hingga 40 persen. Misalnya, untuk dua kolam renang targetnya sekitar Rp 220 juta dan untuk TWSL sekitar Rp 600 jutaan. “Untuk TWSL itu dikelola DLH. Sementara, untuk kolam renang PAD-nya turun hingga 40 persen dari target sekitar Rp 220 juta,” ujar Budi.

Ia berharap hari ini (13/9), ada kabar segar. Kota Probolinggo turun level. Dengan demikian, maka untuk destinasi bisa dibuka kembali.

“Selama ini persiapannya sudah dilakukan. Sehingga jika turun level langsung bisa dibuka. Harapannya baik petugas dan pengunjung nantinya tetap jaga prokes ketat. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TWSL Akbarul Huzaini mengatakan, sampai kemarin (12/9) siang TWSL masih belum dibuka. “TWSL belum buka. Menunggu petunjuk Bapak Wali Kota,” ujarnya.

KANIGARAN, Radar Bromo – Destinasi wisata di Kota Probolinggo masih belum beroperasi. Namun, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) sudah pasang kuda-kuda untuk membukanya. Namun, masih menunggu status PPKM-nya turun ke level 2.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengatakan, setelah PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM berlevel, sejumlah destinasi wisata ditutup. Kebijakan ini sangat berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Wisata di kota yang dikelola pemerintah ada TWSL, Kolam Renang Olimpic di GOR Mastrip, dan Kolam Renang TRA. Sementara, untuk yang dikelola swasta ada BJBR dan yang dikelola masyarakat ada Pantai Permata,” ujarnya.

Menurutnya, wisata yang dikelola pemerintah PAD-nya turun hingga 40 persen. Misalnya, untuk dua kolam renang targetnya sekitar Rp 220 juta dan untuk TWSL sekitar Rp 600 jutaan. “Untuk TWSL itu dikelola DLH. Sementara, untuk kolam renang PAD-nya turun hingga 40 persen dari target sekitar Rp 220 juta,” ujar Budi.

Ia berharap hari ini (13/9), ada kabar segar. Kota Probolinggo turun level. Dengan demikian, maka untuk destinasi bisa dibuka kembali.

“Selama ini persiapannya sudah dilakukan. Sehingga jika turun level langsung bisa dibuka. Harapannya baik petugas dan pengunjung nantinya tetap jaga prokes ketat. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TWSL Akbarul Huzaini mengatakan, sampai kemarin (12/9) siang TWSL masih belum dibuka. “TWSL belum buka. Menunggu petunjuk Bapak Wali Kota,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU