alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Luas Wilayah Kekeringan di Kab Probolinggo Berkurang

DRINGU, Radar Bromo – Bencana kekeringan masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Namun, tahun ini wilayah terdampak kekeringan di kabupaten diprediksi berkurang.

Kemarau basah yang terjadi tahun ini berdampak khusus pada sumber air. Beberapa sumber air yang debitnya banyak berkurang saat musim kemarau, tahun ini masih menyimpan cadangan air. Sehingga, luas wilayah yang kekeringan berkurang.

“Sebenarnya saat ini masih masuk musim kemarau, tapi masih ada hujan. Wilayah yang kami waspadai baru beberapa saja yang sudah bersurat untuk meminta pengiriman air bersih,” ujar Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana.

Berbeda dengan tahun lalu saat kemarau kering. Secara bergantian wilayah potensial kekeringan bersurat kepada BPBD meminta pengiriman air bersih.

BPBD sendiri menurut Silvia, telah memetakan potensi wilayah kekeringan. Di antaranya Kecamatan Kuripan meliputi Desa Wonoasri, Jatisari, dan Kedawung; Kecamatan Tiris di Desa Tulupari; Kecamatan Banyuanyar di Desa Gununggeni. Selanjutnya, Kecamatan Tegalsiwalan meliputi Desa Tegalsono, Bulujaran Kidul, dan Bulujaran Lor; Kecamatan Lumbang meliputi Desa Lumbang, Tandonsentul, dan Purut; Kecamatan Wonomerto meliputi Desa Sepuhgembol, Pohsangit Lor, Pohsangit Ngisor, dan Sumberkare; Kecamatan Tongas meliputi Desa Sumberkramat dan Sumberejo.

Namun, hingga pekan kedua bulan September hanya ada dua desa yang kekurangan air dan minta pengiriman air bersih. Yakni, Desa Tandon Sentul dan Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Sementara wilayah lainnya masuk kategori aman. Sumber air bersih masih tercukupi sehingga tidak memerlukan kiriman dari BPBD.

“Dari prakiraan awal musim hujan, ada beberapa wilayah di Probolinggo yang sudah memasuki peralihan musim hujan. Dengan demikian, wilayah terdampak kekeringan juga kami prediksikan menyusut dibandingkan tahun lalu. Tentunya ini menjadi kabar baik karena ketersediaan air bersih tercukupi,” pungkasnya. (ar/hn)

DRINGU, Radar Bromo – Bencana kekeringan masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Namun, tahun ini wilayah terdampak kekeringan di kabupaten diprediksi berkurang.

Kemarau basah yang terjadi tahun ini berdampak khusus pada sumber air. Beberapa sumber air yang debitnya banyak berkurang saat musim kemarau, tahun ini masih menyimpan cadangan air. Sehingga, luas wilayah yang kekeringan berkurang.

“Sebenarnya saat ini masih masuk musim kemarau, tapi masih ada hujan. Wilayah yang kami waspadai baru beberapa saja yang sudah bersurat untuk meminta pengiriman air bersih,” ujar Personel Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana.

Berbeda dengan tahun lalu saat kemarau kering. Secara bergantian wilayah potensial kekeringan bersurat kepada BPBD meminta pengiriman air bersih.

BPBD sendiri menurut Silvia, telah memetakan potensi wilayah kekeringan. Di antaranya Kecamatan Kuripan meliputi Desa Wonoasri, Jatisari, dan Kedawung; Kecamatan Tiris di Desa Tulupari; Kecamatan Banyuanyar di Desa Gununggeni. Selanjutnya, Kecamatan Tegalsiwalan meliputi Desa Tegalsono, Bulujaran Kidul, dan Bulujaran Lor; Kecamatan Lumbang meliputi Desa Lumbang, Tandonsentul, dan Purut; Kecamatan Wonomerto meliputi Desa Sepuhgembol, Pohsangit Lor, Pohsangit Ngisor, dan Sumberkare; Kecamatan Tongas meliputi Desa Sumberkramat dan Sumberejo.

Namun, hingga pekan kedua bulan September hanya ada dua desa yang kekurangan air dan minta pengiriman air bersih. Yakni, Desa Tandon Sentul dan Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Sementara wilayah lainnya masuk kategori aman. Sumber air bersih masih tercukupi sehingga tidak memerlukan kiriman dari BPBD.

“Dari prakiraan awal musim hujan, ada beberapa wilayah di Probolinggo yang sudah memasuki peralihan musim hujan. Dengan demikian, wilayah terdampak kekeringan juga kami prediksikan menyusut dibandingkan tahun lalu. Tentunya ini menjadi kabar baik karena ketersediaan air bersih tercukupi,” pungkasnya. (ar/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU