alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

RW III Ketapang Serahkan Proposal tentang Toga

KADEMANGAN – Empat RW sudah menyerahkan proposal untuk lomba Kampung Tematik yang digelar Kecamatan Kademangan – Jawa Pos Radar Bromo. Tanggal 31 Agustus nanti, merupakan hari terakhir penyerahan proposal lomba.

Adapun empat RW yang sudah menyerahkan proposal yaitu, RW 4 di Kelurahan Triwung Kidul; RW 1 dan 4 Kelurahan Kademangan; dan RW 3 Kelurahan Ketapang, Kota Probolinggo.

Sabtu (11/8) lalu misalnya, RW III Kelurahan Ketapang. menyerahkan proposal ke kantor Jawa Pos Radar Bromo di Jalan Soekarno-Hatta 98, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Proposal itu diserahkan Suhud Ahmad, Ketua RT 1/RW III.

Suhud menjelaskan, proposal penting untuk lomba Kampung Tematik ini. Melalui proposal yang sudah dibuat, juri dapat mengerti apa yang diinginkan peserta untuk kampungnya.

Karena itu, menurutnya, dalam proposal tersebut dijelaskan latar belakang pembuatan konsep secara gamblang. Sehingga, maksud dan keinginan RW III dapat dipahami jelas oleh tim juri. Selain itu, menurutnya, nantinya proposal akan dipadukan dengan kondisi lapangan.

RW III sendiri, menurut Suhud, punya pertimbangan khusus mengikuti lomba Kampung Tematik, Kademangan Bangkit Award. Yaitu, untuk mendongkrak potensi yang ada di wilayahnya.

Sebab, di kampungnya ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan, khususnya di RT 1. Seperti, kampung Toga (tanaman obat keluarga). Kampung toga ini pula yang dipilih RW III sebagai tema dalam lomba.

Menurutnya, Toga memiliki banyak manfaat. Menurutnya, banyak warga menanam Toga di RW III. Bahkan, ibu-ibu di RT 1/RW 3 pernah mengikuti pelatihan Toga yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Probolinggo.

Materinya mulai perawatan, cara penanaman, hingga cara mengolah Toga. “Hal itu mendorong ibu-ibu untuk menanam Toga. Baik di halaman depan ataupun belakang rumah masing-masing,” terangnya.

Selain itu, tujuan penanaman Toga yakni sebagai alternatif pengobatan yang murah dan aman. Termasuk media pengobatan tradisional.

Bahkan, Toga bisa menjadi pertolongan pertama untuk warga yang sakit. “Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam peningkatan derajat kesehatan yang sederhana,” sambungnya.

Nantinya, menurut Suhud, Toga akan diolah jadi jamu. Rencananya, ada beberapa jenis jamu yang dibuat dari Toga ini. Seperti jahe, sere, gula, kapulaga, cengkih, dan yang lain. (rpd/hn/mie)

KADEMANGAN – Empat RW sudah menyerahkan proposal untuk lomba Kampung Tematik yang digelar Kecamatan Kademangan – Jawa Pos Radar Bromo. Tanggal 31 Agustus nanti, merupakan hari terakhir penyerahan proposal lomba.

Adapun empat RW yang sudah menyerahkan proposal yaitu, RW 4 di Kelurahan Triwung Kidul; RW 1 dan 4 Kelurahan Kademangan; dan RW 3 Kelurahan Ketapang, Kota Probolinggo.

Sabtu (11/8) lalu misalnya, RW III Kelurahan Ketapang. menyerahkan proposal ke kantor Jawa Pos Radar Bromo di Jalan Soekarno-Hatta 98, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Proposal itu diserahkan Suhud Ahmad, Ketua RT 1/RW III.

Suhud menjelaskan, proposal penting untuk lomba Kampung Tematik ini. Melalui proposal yang sudah dibuat, juri dapat mengerti apa yang diinginkan peserta untuk kampungnya.

Karena itu, menurutnya, dalam proposal tersebut dijelaskan latar belakang pembuatan konsep secara gamblang. Sehingga, maksud dan keinginan RW III dapat dipahami jelas oleh tim juri. Selain itu, menurutnya, nantinya proposal akan dipadukan dengan kondisi lapangan.

RW III sendiri, menurut Suhud, punya pertimbangan khusus mengikuti lomba Kampung Tematik, Kademangan Bangkit Award. Yaitu, untuk mendongkrak potensi yang ada di wilayahnya.

Sebab, di kampungnya ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan, khususnya di RT 1. Seperti, kampung Toga (tanaman obat keluarga). Kampung toga ini pula yang dipilih RW III sebagai tema dalam lomba.

Menurutnya, Toga memiliki banyak manfaat. Menurutnya, banyak warga menanam Toga di RW III. Bahkan, ibu-ibu di RT 1/RW 3 pernah mengikuti pelatihan Toga yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Probolinggo.

Materinya mulai perawatan, cara penanaman, hingga cara mengolah Toga. “Hal itu mendorong ibu-ibu untuk menanam Toga. Baik di halaman depan ataupun belakang rumah masing-masing,” terangnya.

Selain itu, tujuan penanaman Toga yakni sebagai alternatif pengobatan yang murah dan aman. Termasuk media pengobatan tradisional.

Bahkan, Toga bisa menjadi pertolongan pertama untuk warga yang sakit. “Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam peningkatan derajat kesehatan yang sederhana,” sambungnya.

Nantinya, menurut Suhud, Toga akan diolah jadi jamu. Rencananya, ada beberapa jenis jamu yang dibuat dari Toga ini. Seperti jahe, sere, gula, kapulaga, cengkih, dan yang lain. (rpd/hn/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/