alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Gagalkan Penyelundupan Diduga SS di Lapas, Dimasukkan Tahu Goreng

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo-Aksi penyelundupan diduga sabu-sabu ke Lapas Probolinggo berhasil digagalkan. Benda mencurigakan yang ditengarai narkoba itu hendak diselundupkan ke lapas dengan modus dimasukkan dalam bungkusan takjil berupa tahu goreng.

Aksi penyelundupan itu terjadi Rabu sore (13/5), sekitar pukul 16.30. Petugas yang melakukan penggeledahan, mendapati barang mencurigakan di dalam olahan makanan tahu petis. Bagian tengah tahu goreng dibelah. Lalu dimasukkan sabu-sabu yang belum diketahui ada berapa gram.

Bungkusan tersebut diterima petugas lapas menjelang waktu berbuka puasa. Mengingat pengiriman makan yang biasanya dijadwalkan pada pagi dan siang, berubah selama bulan Ramadan. Selama Ramadan, kebijakan tersebut diubah pada pukul 16.00 sampai pukul 17.00.

Kalapas Kelas IIB Risman Soemantri menerangkan, sekitar pukul 16.30 saat jam pengiriman, datang sebuah paket takjil. Paket itu dikirimkan oleh seorang perempuan berinisial S, 23, asal Kota Pasuruan.

Saat itu S diantarkan oleh P yang mengaku hanya tukang ojek. “Jadi keduanya ini berangkat dari Pasuruan untuk mengantarkan paket takjil itu ke Lapas,” kata Risman saat ditemui di Lapas Rabu malam.

Takjil itu hendak ditujukan kepada AI (Akhmad Imron), 27, Jl Kol Sugiono, RT 3/RW 4, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Pangungrejo, Kota Pasuruan, yang merupakan pindahan dari Rutan Kraksan sejak 24 Desember 2019 lalu. AI merupakan terpidana kasus begal dan karena kasus narkotika.

Seperti biasanya, petugas melakukan pemeriksaan pada sejumlah barang yang dikirimkan. Namun pada saat pemeriksaan itu, petugas mencurigai tahu goreng. Ada plastik warna merah yang diselipkan di tengah-tengah tahu goreng.

Setelah dilakukan pengecekan, diduga dalam plastik kecil itu ada benda yang diduga narkotika jenis sabu. Sehinga petugas langsung mengamankan S dan P yang merupakan pengirim sekaligus tukang ojeknya.

“Jadi setelah petugas jaga mencul kecuriagaan dia laporan ke kalapas, setelah diperiksa dan kuat mengarah ke sabu, maka kami menghubungi pihak Satnarkoba Polresta,” tambah Risman.

Petugas pun juga melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap AI. Sebab, paket takjil itu hendak dikirimkan ke AI yang saat itu tengah menjalani masa hukumanya di Lapas IIB.

Setelah ketiganya dilakukan pemeriksaan, informasi dari AI, ada keterlibatan MR, 23, warga Perum Tridasa Windu, Desa Wadungasih, Kabupaten Sidoarjo. Ia merupakan teman sekamar AI di lapas IIB Probolinggo.

MR merupakan pindahan dari Lapas Pasuruan Tanggal 26 Agustus 2019 lalu. MR perupakan terpidanan Perkara narkotika (pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009).

“Apakah yang memesan MR melalui AI kami tidak tahu, sebab itu ranah dari penyidik kepolisian, yang jelas keemapatnya berikut barang buktinya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

Sementara itu Kasat Narkoba  Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Suharsono menerangkan bahwa hinga saat ini keempatnya dibawa ke Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan.

Selain itu ia juga belum bisa memastikan apakah itu benar sabu atau bukan. Sebab harus dilakukan uji klinis terlebih dahulu. Termasuk beratnya berapa.

“Jadi kami tidak berani menyebutkan sebelum diuji dan dipastikan. Termasuk beratnya berapa ram. Yang jelas, atas kepekaan Lapas serta temuan ini akan kami kembangkan,” tandasnya sembari membwa keempatnya ke Mapolresta Rabu (12/5) malam. (rpd/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo-Aksi penyelundupan diduga sabu-sabu ke Lapas Probolinggo berhasil digagalkan. Benda mencurigakan yang ditengarai narkoba itu hendak diselundupkan ke lapas dengan modus dimasukkan dalam bungkusan takjil berupa tahu goreng.

Aksi penyelundupan itu terjadi Rabu sore (13/5), sekitar pukul 16.30. Petugas yang melakukan penggeledahan, mendapati barang mencurigakan di dalam olahan makanan tahu petis. Bagian tengah tahu goreng dibelah. Lalu dimasukkan sabu-sabu yang belum diketahui ada berapa gram.

Bungkusan tersebut diterima petugas lapas menjelang waktu berbuka puasa. Mengingat pengiriman makan yang biasanya dijadwalkan pada pagi dan siang, berubah selama bulan Ramadan. Selama Ramadan, kebijakan tersebut diubah pada pukul 16.00 sampai pukul 17.00.

Mobile_AP_Half Page

Kalapas Kelas IIB Risman Soemantri menerangkan, sekitar pukul 16.30 saat jam pengiriman, datang sebuah paket takjil. Paket itu dikirimkan oleh seorang perempuan berinisial S, 23, asal Kota Pasuruan.

Saat itu S diantarkan oleh P yang mengaku hanya tukang ojek. “Jadi keduanya ini berangkat dari Pasuruan untuk mengantarkan paket takjil itu ke Lapas,” kata Risman saat ditemui di Lapas Rabu malam.

Takjil itu hendak ditujukan kepada AI (Akhmad Imron), 27, Jl Kol Sugiono, RT 3/RW 4, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Pangungrejo, Kota Pasuruan, yang merupakan pindahan dari Rutan Kraksan sejak 24 Desember 2019 lalu. AI merupakan terpidana kasus begal dan karena kasus narkotika.

Seperti biasanya, petugas melakukan pemeriksaan pada sejumlah barang yang dikirimkan. Namun pada saat pemeriksaan itu, petugas mencurigai tahu goreng. Ada plastik warna merah yang diselipkan di tengah-tengah tahu goreng.

Setelah dilakukan pengecekan, diduga dalam plastik kecil itu ada benda yang diduga narkotika jenis sabu. Sehinga petugas langsung mengamankan S dan P yang merupakan pengirim sekaligus tukang ojeknya.

“Jadi setelah petugas jaga mencul kecuriagaan dia laporan ke kalapas, setelah diperiksa dan kuat mengarah ke sabu, maka kami menghubungi pihak Satnarkoba Polresta,” tambah Risman.

Petugas pun juga melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap AI. Sebab, paket takjil itu hendak dikirimkan ke AI yang saat itu tengah menjalani masa hukumanya di Lapas IIB.

Setelah ketiganya dilakukan pemeriksaan, informasi dari AI, ada keterlibatan MR, 23, warga Perum Tridasa Windu, Desa Wadungasih, Kabupaten Sidoarjo. Ia merupakan teman sekamar AI di lapas IIB Probolinggo.

MR merupakan pindahan dari Lapas Pasuruan Tanggal 26 Agustus 2019 lalu. MR perupakan terpidanan Perkara narkotika (pasal 114 UU RI No 35 Tahun 2009).

“Apakah yang memesan MR melalui AI kami tidak tahu, sebab itu ranah dari penyidik kepolisian, yang jelas keemapatnya berikut barang buktinya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

Sementara itu Kasat Narkoba  Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Suharsono menerangkan bahwa hinga saat ini keempatnya dibawa ke Mapolresta untuk menjalani pemeriksaan.

Selain itu ia juga belum bisa memastikan apakah itu benar sabu atau bukan. Sebab harus dilakukan uji klinis terlebih dahulu. Termasuk beratnya berapa.

“Jadi kami tidak berani menyebutkan sebelum diuji dan dipastikan. Termasuk beratnya berapa ram. Yang jelas, atas kepekaan Lapas serta temuan ini akan kami kembangkan,” tandasnya sembari membwa keempatnya ke Mapolresta Rabu (12/5) malam. (rpd/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2