alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Triwulan Pertama, Retribusi Parkir Langganan Kota Probolinggo Rp 915 Juta

MAYANGAN, Radar Bromo- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Probolinggo dari sektor retribusi parkir berlangganan pada triwulan pertama cukup menjanjikan. Telah mencapai Rp 915 juta. Meski sejatinya perolehannya masih jauh dari target yang mencapai Rp 4,735 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, retribusi dari parkir berlangganan memang dinaikkan dari tahun lalu yang hanya Rp 4,5 miliar. Meski capaian tahun lalu tidak sesuai target, ia optimistis kenaikan tahun ini bisa terlampaui.

“Tahun lalu kan ada pandemi. Jadi banyak pemilik kendaraan memilih untuk menunda pembayaran pajaknya. Tahun ini, baru tiga bulan saja sudah dekat dengan separo target,” ujarnya.

Menurutnya, perekonomian sudah mulai bangkit dari era pandemi. Pihaknya berharap ke depan perkembangan ekonomi semakin baik, sehingga semuanya bisa berjalan lancar. Termasuk ketaatan warga dalam mengurus dan membayar pajak kendaraannya.

Besaran yang dikenakan untuk retribusi parkir tidak berbeda dari tahun lalu. Kendaraan roda dua ditarik Rp 25 ribu. Sementara, untuk kendaraan roda empat ditarik Rp 50 ribu. Pembayaran retribusi ini dilakukan saat mereka membayar pajak.

Dengan membayar retribusi parkir berlangganan, maka masyarakat Kota Probolinggo bisa bebas parkir di 73 titik parkir di Kota Probolinggo. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi membayar pada juru parkir saat memarkirkan kendaraannya.

“Cukup sekali bayar saat bayar pajak kendaraan setiap tahunnya. Insyaallah kami yakin jika capaian tahun ini bisa positif dan terlampaui,” ujar Agus. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Probolinggo dari sektor retribusi parkir berlangganan pada triwulan pertama cukup menjanjikan. Telah mencapai Rp 915 juta. Meski sejatinya perolehannya masih jauh dari target yang mencapai Rp 4,735 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, retribusi dari parkir berlangganan memang dinaikkan dari tahun lalu yang hanya Rp 4,5 miliar. Meski capaian tahun lalu tidak sesuai target, ia optimistis kenaikan tahun ini bisa terlampaui.

“Tahun lalu kan ada pandemi. Jadi banyak pemilik kendaraan memilih untuk menunda pembayaran pajaknya. Tahun ini, baru tiga bulan saja sudah dekat dengan separo target,” ujarnya.

Menurutnya, perekonomian sudah mulai bangkit dari era pandemi. Pihaknya berharap ke depan perkembangan ekonomi semakin baik, sehingga semuanya bisa berjalan lancar. Termasuk ketaatan warga dalam mengurus dan membayar pajak kendaraannya.

Besaran yang dikenakan untuk retribusi parkir tidak berbeda dari tahun lalu. Kendaraan roda dua ditarik Rp 25 ribu. Sementara, untuk kendaraan roda empat ditarik Rp 50 ribu. Pembayaran retribusi ini dilakukan saat mereka membayar pajak.

Dengan membayar retribusi parkir berlangganan, maka masyarakat Kota Probolinggo bisa bebas parkir di 73 titik parkir di Kota Probolinggo. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi membayar pada juru parkir saat memarkirkan kendaraannya.

“Cukup sekali bayar saat bayar pajak kendaraan setiap tahunnya. Insyaallah kami yakin jika capaian tahun ini bisa positif dan terlampaui,” ujar Agus. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/