Pemeliharaan Jalan di Wilayah Probolinggo, Paiton hingga Situbondo Dialokasikan Rp 1 Miliar

KRAKSAAN, Radar Bromo- Usai melakukan pengerjaan proyek preservasi rekonstruksi jalan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 200 miliar, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII PPK wilayah Probolinggo, Paiton, Situbondo, menganggarkan Rp 1 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk pemeliharaan jalan rutin transisi.

Koordinator Pengawas BBPJN VIII PPK Probolinggo, Paiton, Situbondo Candra Erfin mengatakan, sejak Januari pihaknya telah melakukan pemeliharaan atau rutin transisi di ruas Jalan Pantura. Pada pemeliharaan ini, pihaknya akan melakukan pengaspalan apabila ditemukan jalan berlobang atau rusak.

“Setelah selesai proyek preservasi rekonstruksi jalan sejak Januari lalu, pengerjaan jalan dilanjut dengan rutin transisi dengan anggaran Rp 1 miliar. Proyek ini dilakukan bila pemantau jalan menemukan jalan yang berlubang atau rusak,” ujarnya.

Sejak Januari lalu, pengerjan rutin transisi telah menghabiskan sekitar 150 ton aspal dalam pemeliharaan jalan di Probolinggo dan Paiton. Sedangkan, untuk wilayah Situbondo, pihaknya telah menghabiskan sekitar 400 ton aspal.

“Saat musim hujan seperti sekarang, pemantauan dilakukan secara intens. Tujuannya, ketika ada jalan berlubang bisa segera diperbaiki. Minimal dari hasil pemantauan perbaikan akan dilakukan dua hari setelahnya. Selain itu, ruas yang banyak berlubang saat ini ada di wilayah Situbondo, makanya pengeluaran aspal lebih banyak di sana,” ujarnya.

Candra mengatakan, proyek rutin ini akan dilakukan hingga akhir April. Sebab, proyek ini hanya mengisi kekosongan proyek baru yang dicanangkan BBPJN VIII PPK Probolinggo, Paiton, Situbondo. Dalam pengerjaanya akan dilakukan menggunakan aspal hotmix.

“Sembari menunggu proyek baru dari pihak atasan di BBPJN. Rutin transisi bertujuan mengisi kekosongan proyek, sehingga meski belum ada proyek baru, jalan masih bisa dirawat,” ujarnya. (mg1/rud/fun)