alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Menata Kawasan Mayangan Tantangannya Tak Hanya Memindahkan Warga

MAYANGAN, Radar Bromo- Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo memastikan dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) atau Rencana Kerja Pengadaan Tanah dan Pemukiman Kembali (RK-PTPK) untuk Penataan Kawasan Kumuh Mayangan, telah selesai. Namun, penyelesaian lampiran dokumen tersebut masih memerlukan waktu.

“Kalau dokumen LARAP insyaallah sudah siap. Namun, yang butuh waktu adalah melengkapi lampiran dokumen LARAP. Lampiran dokumen LARAP ini seperti kesepakatan dengan warga untuk melepaskan aset dan bangunan. Ini yang perlu waktu,” ujar PPK Program Kota Tanpa Kumuh Kota Probolinggo Abdul Holiq.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR-Perkim Kota Probolingo ini menjelaskan proses kesepakatan dengan warga harus dilakukan bertahap. Seperti, konsultasi publik dengan masyarakat juga harus dilakukan. “Meski tahap konsultasi publik ini belum dilakukan, kami sudah bergerak turun ke masyarakat untuk sosialisasi ke warga Mayangan,” ujarnya.

Holiq mengungkapkan, dalam penataan Kawasan Mayangan, tantangan utamanya tidak hanya memindahkan warga. Tetapi, juga kehidupan mereka. Sehingga, perlu dilakukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu proses sosialisasi kepada masyarakat.

“Bagi warga yang bekerja sebagai guru atau buruh pabrik, relokasi mungkin tidak berpengaruh besar terhadap mata pencaharian mereka. Namun, yang perlu dipikirkan bagi warga yang bekerja sebagai nelayan atau pedagang, ini yang paling memungkinan untuk terpengaruh,” ujarnya.

Karenanya, dalam penataan Kawasan Mayangan, terutama dalam desain kawasannya juga harus mempertimbangkan mata pencaharian warga sekitar. Termasuk, menyediakan tempat penjemuran ikan yang tertata dengan baik. (put/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo- Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo memastikan dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) atau Rencana Kerja Pengadaan Tanah dan Pemukiman Kembali (RK-PTPK) untuk Penataan Kawasan Kumuh Mayangan, telah selesai. Namun, penyelesaian lampiran dokumen tersebut masih memerlukan waktu.

“Kalau dokumen LARAP insyaallah sudah siap. Namun, yang butuh waktu adalah melengkapi lampiran dokumen LARAP. Lampiran dokumen LARAP ini seperti kesepakatan dengan warga untuk melepaskan aset dan bangunan. Ini yang perlu waktu,” ujar PPK Program Kota Tanpa Kumuh Kota Probolinggo Abdul Holiq.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR-Perkim Kota Probolingo ini menjelaskan proses kesepakatan dengan warga harus dilakukan bertahap. Seperti, konsultasi publik dengan masyarakat juga harus dilakukan. “Meski tahap konsultasi publik ini belum dilakukan, kami sudah bergerak turun ke masyarakat untuk sosialisasi ke warga Mayangan,” ujarnya.

Holiq mengungkapkan, dalam penataan Kawasan Mayangan, tantangan utamanya tidak hanya memindahkan warga. Tetapi, juga kehidupan mereka. Sehingga, perlu dilakukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu proses sosialisasi kepada masyarakat.

“Bagi warga yang bekerja sebagai guru atau buruh pabrik, relokasi mungkin tidak berpengaruh besar terhadap mata pencaharian mereka. Namun, yang perlu dipikirkan bagi warga yang bekerja sebagai nelayan atau pedagang, ini yang paling memungkinan untuk terpengaruh,” ujarnya.

Karenanya, dalam penataan Kawasan Mayangan, terutama dalam desain kawasannya juga harus mempertimbangkan mata pencaharian warga sekitar. Termasuk, menyediakan tempat penjemuran ikan yang tertata dengan baik. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/