alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Lembaga di Probolinggo Ini Berharap Aturan Kebiri Disegerakan

DRINGU, Radar Bromo – Komnas Perlindungan Anak wilayah kerja Probolinggo Raya mendukung penuh Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020. Lembaga ini menilai UU tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak yang ditandatangani Presiden pada 7 Desember 2020, adalah langkah yang tepat terhadap predator anak.

Koordinator Komnas Perlindungan Anak wilayah Problinggo Raya, Puji Astutik mengatakan, kasus kekerasan seksual pada anak atau yang ia sebut predator anak, kian meresahkan. Oleh karenanya ia mendukung penuh atas peraturan baru. Mengingat kini, belum ada satupun kasus predator anak yang sampai dikebiri.

Adapun sejumlah kasus yang harusnya layak dilakukan pemberatan. Misalnya kasus 2018 lalu di Leces. Di mana anak dibawah umur disetubuhi oleh 5 orang dewasa. Kemudian pada tahun 2019 ada dua kasus, yakni yang menjadi korban bocah 12 tahun yang diperkosa 3 orang di mana satu di antaranya masih DPO. Satu lagi kekerasan pada anak usia 7 tahun yang dilakukan oleh kakek berusia 74 tahun. Pada tahun 2020 juga ada dua kasus

“Saya tidak rela jika kasus predator anak ada pengkondisisn. Seperti pada 2018 lalu. Namun ia sadari pada tahun 2018 lalu, Peraturan Pemerintah Nomor 70/2020 masih belum ada,” katanya.

Menurutnya untuk wilayah timur, hukum kebiri sudah pernah dilakukan. Salah satunya yakni Surabaya dan juga Madura. Namun untuk di Kota dan Kabupaten Probolinggo sendiri belum ada. “Harapan kami, hukuman dengan pemberatan termasuk kebiri ini juga diterapkan di Kota dan juga Kabupaten Probolinggo,” harap Puji. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU