alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Habib Hadi Bakal Jadi Penerima Vaksin Pertama di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana vaksinasi Covid-19 pada 14 Januari untuk kepala daerah dan tokoh masyakat di Kota Probolinggo, urung dilakukan. Sebab, vaksin dijadwalkan baru sampai di Kota Probolinggo pada Februari.

“Sementara ini, rencana vaksinasi pada kepala daerah dan tokoh masyarakat tanggal 14 Januari diundur. Sebab, vaksin dijadwalkan baru datang pada bulan Februari 2020,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo dr Nurul Hasanah Hidayati, Selasa (12/1).

Menurutnya, memang direncanakan Wali Kota Probolinggo akan divaksin pertama kali pada 14 Januari di kota. Yaitu tepat sehari setelah vaksin Covid-19 untuk Presiden RI Joko Widodo dilakukan.

Namun, ternyata vaksin baru tiba di Kota Probolinggo pada Februari. Sehingga, otomatis rencana itu tidak bisa dilakukan dan harus ditunda.

Dokter Ida (panggilan dr Nurul Hasanah Hidayati) menjelaskan, informasi tentang kedatangan vaksin pada bulan Februari disampaikan melalui surat dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. Dalam surat itu disebutkan, vaksin akan tiba di Kota Probolinggo pada Februari. Namun, tidak ada kepastian tanggal berapa.

POS VAKSIN: RSUD dr Mohamad Saleh menjadi salah satu pos vaksin di Kota Probolinggo, selain 15 pos vaksin yang lain. (Dok. Radar Bromo)

Mengenai sasaran vaksinasi pertama, menurut dr. Ida, ada 10 orang. “Salah satunya Wali Kota Probolinggo masuk di dalamnya,” ujarnya.

Sepuluh orang itu akan di-screening terlebih dahulu, baru kemudian divaksin. Proses screening tidak menunggu saat dilaksanakan vaksinasi. “Proses screening ini sambil berjalan saja,” terangnya.

Berdasarkan data DKP2KB Kota Probolinggo, total sasaran vaksinasi Covid-19 di kota mencapai 144.967 orang. Dengan total 2.233 tenaga kesehatan masuk dalam proses vaksinasi tahap pertama.

Rencananya pada tanggal 13 Januari, Presiden Joko Widodo akan divaksin pertama kali. Setelah itu dilanjutkan oleh kepala daerah serta pejabat dan tokoh masyarakat di daerah.

Keterlibatan kepala daerah dan tokoh masyarakat diharapkan mampu meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman digunakan masyarakat luas. (put/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana vaksinasi Covid-19 pada 14 Januari untuk kepala daerah dan tokoh masyakat di Kota Probolinggo, urung dilakukan. Sebab, vaksin dijadwalkan baru sampai di Kota Probolinggo pada Februari.

“Sementara ini, rencana vaksinasi pada kepala daerah dan tokoh masyarakat tanggal 14 Januari diundur. Sebab, vaksin dijadwalkan baru datang pada bulan Februari 2020,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo dr Nurul Hasanah Hidayati, Selasa (12/1).

Menurutnya, memang direncanakan Wali Kota Probolinggo akan divaksin pertama kali pada 14 Januari di kota. Yaitu tepat sehari setelah vaksin Covid-19 untuk Presiden RI Joko Widodo dilakukan.

Namun, ternyata vaksin baru tiba di Kota Probolinggo pada Februari. Sehingga, otomatis rencana itu tidak bisa dilakukan dan harus ditunda.

Dokter Ida (panggilan dr Nurul Hasanah Hidayati) menjelaskan, informasi tentang kedatangan vaksin pada bulan Februari disampaikan melalui surat dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. Dalam surat itu disebutkan, vaksin akan tiba di Kota Probolinggo pada Februari. Namun, tidak ada kepastian tanggal berapa.

POS VAKSIN: RSUD dr Mohamad Saleh menjadi salah satu pos vaksin di Kota Probolinggo, selain 15 pos vaksin yang lain. (Dok. Radar Bromo)

Mengenai sasaran vaksinasi pertama, menurut dr. Ida, ada 10 orang. “Salah satunya Wali Kota Probolinggo masuk di dalamnya,” ujarnya.

Sepuluh orang itu akan di-screening terlebih dahulu, baru kemudian divaksin. Proses screening tidak menunggu saat dilaksanakan vaksinasi. “Proses screening ini sambil berjalan saja,” terangnya.

Berdasarkan data DKP2KB Kota Probolinggo, total sasaran vaksinasi Covid-19 di kota mencapai 144.967 orang. Dengan total 2.233 tenaga kesehatan masuk dalam proses vaksinasi tahap pertama.

Rencananya pada tanggal 13 Januari, Presiden Joko Widodo akan divaksin pertama kali. Setelah itu dilanjutkan oleh kepala daerah serta pejabat dan tokoh masyarakat di daerah.

Keterlibatan kepala daerah dan tokoh masyarakat diharapkan mampu meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman digunakan masyarakat luas. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/