Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Peluang Siswa Prestasi Lebih Besar

MAYANGAN, Radar Bromo– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo memastikan peluang siswa berprestasi semakin besar dalam sistem zonasi Penerimaan Pelaksanaan Peserta Didik Baru (PPDB). Penambahan peluang ini tidak lepas karena banyaknya protes dari wali murid dengan berlakunya sistem zonasi selama ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dispendik Kota Probolinggo Moch. Maskur dalam Seminar Peningkatan Mutu Kurikulum Pemetaan Asesmen menuju Merdeka Belajar di Ruang Pertemuan Paseban Sena, Kota Probolinggo, Selasa (7/1). “Berdasarkan Permendikbud 2019, ada perubahan tentang zonasi. Jika sebelumnya dalam sistem zonasi untuk jalur prestasi hanya 10 persen, sekarang sudah bertambah 30 persen,” ujarnya.

Maskur menjelaskan, dalam Permendikbud anyar ini, rinciannya jalur zonasi ditetapkan sebesar 50 persen dari pagu sekolah, prestasi 30 persen pagu sekolah, jalur afirmasi (jalur bagi siswa tidak mampu) 15 persen, dan sisanya, 5 persen untuk jalur pindah tugas dari wali murid.

“Jika Pak Muhajir (Muhajir Efendi, mendikbud sebelumnya) mempertahankan jalur prestasi hanya 10 persen menuai protes. Sampai ramai di mana-mana, termasuk di Jawa Timur. Ada daerah yang berunjuk rasa tidak menjadikan 10 persen, tapi jadi 15 persen di masa Pak Muhajir. Di menteri yang baru ini 30 persen. Dua kali lipat untuk anak berprestasi,” ujar Maskur.

Dengan adanya penambahan pagu bagi siswa berprestasi ini, diharapkan bagi para guru, terutama yang mengajar anak-anak kelas VI melihat perlunya penilaian prestasi ini diperhitungkan dalam penerimaan peserta didik baru. (put/rud)