alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Kota Probolinggo Zona Oranye, KBM Tatap Muka Berlanjut

KANIGARAN, Radar Bromo – Makin bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, membuat Kota Probolinggo yang semula masuk zona kuning berubah menjadi oranye. Perubahan ini terhitung sejak 10 September 2020. Namun, perubahan zona ini tak membuat Pemkot Probolinggo mengubah kabijakannya dalam dunia pendidikan.

Sampai kemarin, Pemkot masih memperbolehkan sekolah tingkat menengah atas untuk tetap melakukan uji coba kegiatan belajar mengajar (KMB) secara tatap muka. Namun, kebijakan ini akan kembali dievaluasi ketika zona penyebaran Covid-19 menjadi merah.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin membenarkan jika per tanggal 10 September 2020, Kota Probolinggo menjadi zona oranye. Namun, menurutnya, sekolah menengah atas yang telah melakukan uji coba KBM tatap muka masih diperbolehkan. Mengingat, Kota Probolinggo dari peta Pemprov Jawa Timur, belum berubah menjadi merah.

“Kalau masik oranye berarti masik tetap (Diperbolehkan). Kalau masuk zona merah, baru kami rapatkan melibatkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Dinkes (Dinas Kesehatan), dan Gugus Tugas. Berdoa saja mudah-mudahan bisa lebih baik zonanya. Tidak merah. Bisa kembali normal, hijau kembali,” ujarnya, kemarin.

Guna merealisasikan harapan itu, Hadi mengaku terus berusaha mengimbau agar masyarakat tidak bosan untuk melaksanakan dan mematuhi protokoler kesehatan. Salah satunya dengan memakai masker dan menjaga jarak. Serta, sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan. Termasuk, jangan lupa berdoa.

Ia mengatakan, penentuan daerahnya masuk zona oranye atau lainnya, merupakan kewenangan Pemprov Jatim. Ia menduga, daerahnya kembali masuk zona oranye karena adanya tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 orang, pada Kamis (10/9). “Namun, yang menentukan zona masuk (warna) apa, itu Jatim,” jelas Hadi.

Semenatra itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch. Maskur menambahkan, lembaga pendidikan yang menjadi kewenanganya belum melakukan pembelajaran tatap muka. “Kalau lembaga yang menjadi kewenangan kami, tidak ada perintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, sejauh ini di Kota Probolinggo ada empat sekolah tingkat menengah atas yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Meliputi, SMAN 1, SMAN 2, SMKN 1, dan SMKN 2. Dalam pelaksanaannya, empat sekolah itu harus menerapkan pembelajaran dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. (rpd/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.